oleh

Pendapatan Sopir Angkot Purwokerto Hanya 20 Ribu Per Hari

-JATENG-174 views

Purwokerto (Metrobatam.com) – Angkutan kota (angkot) Purwokerto Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, saat ini tidak lagi memasang papan trayek di atas kendaraannya. Pemilik dan sopir angkot beralasan karena sepinya penumpang.

Selain karena faktor pandemi, penurunan penumpang angkot disebabkan juga oleh banyaknya ojek online (ojol) yang beroperasi. Jadi sekarang angkotnya jalannya sudah seperti kendaraan online, tergantung penumpang mau turunnya dimana, kalau penumpang setuju dengan harganya penumpang itu dibawa.

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, Sabtu (21/11/2020). Seperti dikutip dari RRI.co.id.

Agus menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan para sopir angkot, dan mereka mengatakan jika sekarang setorannya hanya Rp. 25 ribu per hari. Sebelumnya sebesar Rp 60 ribu per hari.

“Langkah yang dilakukan oleh Dinhub Banyumas agar para sopir angkot tidak semakin terpuruk, ada rencana mereka akan diperkejakan sebagai sopir BTS (Buy The Service)”, kata Agus.

Sepinya penumpang sudah barang tentu juga sangat mempengaruhi pendapatan para sopir.
Yanto Salah satu sopir angkot, menuturkan bahwa dengan kondisi saat ini pendapatannya turun 60-80 persen.

“Sekarang penumpangnya sepi sekali, setiap hari pendapatan saya paling banyak hanya Rp. 20 ribu saja. Bingung saya”, keluh Yanto.

Yanto menambahkan, dengan pendapatan hanya Rp. 20 ribu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sangat berat belum lagi untuk biaya sekolah anak.

“Sekarang sekolah secara online, ada biaya kuota internet. Makin berat beban saya “, tutur Yanto.

(Ad.Pur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed