oleh

Pemko Tanjungpinang Selesaikan Penanganan 8 Lokasi Longsor

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Wali kota Tanjungpinang, Rahma meninjau lokasi penanganan bencana longsor di Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (22/1/2021) kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, Rahma melihat bangunan batu miring, fasilitas umum, dan rumah warga yang sempat dilanda longsor pada awal Januari 2021 lalu.

Kunjungan wali kota tersebut bertujuan untuk melihat kondisi terkini dan tindakan penanggulangan bencana yang telah dilakukan, sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat bahwa pemerintah selalu bersama masyarakat.

“Hari ini, kami kembali turun meninjau pembangunan beberapa titik yang terjadi musibah longsor kemarin. Alhamdulillah, tadi kita lihat ada batu miring di jalan umum, di samping rumah warga, termasuk dapur rumah ketua RT.007 yang tertimpa longsor, sudah kita selesaikan,” katanya.

Menurutnya, bencana alam yang terjadi kemarin, kita ambil hikmah dan berkahnya bahwa bilamana pemko dan unsur FKPD bersatu padu dapat menyelesaikan penanganan bencana dengan cepat, tanggap, dan lancar

“Saya ucapkan terima kasih kepada unsur TNI, Polri, dan masyarakat yang sudah turun bersama menangani bencana longsor dan banjir di Tanjungpinang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi, Pjs. Kadis PUPR dan jajarannya yang sudah bekerja dengan cepat dan tanggap menyelesaikan pembangunan di lokasi terdampak longsor

“Kita bersyukur, tidak sampai satu bulan lokasi yang terdampak longsor sudah seperti semula, bahkan dibangun lebih baik dari sebelumnya,”tambahnya.

Pjs. Kepala Dinas PUPR, Zulhidayat mengatakan bencana di Tanjungpinang terjadi dua kali, pertama pada 2 Januari disusul lagi pada 8 dan 9 Januari 2021.

Dari laporan sementara, yang terkena dampak diawal sekitar 10 titik. Tapi setelah di update lagi oleh lurah yang perlu penanganan kami bersifat tanggap darurat itu sebanyak 24 titik.

“Tentu saja memang seiring bertambahnya lokasi penanganan, akan berkonsekuensi terhadap penambahan anggaran. Jadi, dari 24 titik tadi terjadi penambahan sekitar Rp6 miliar yang kita butuhkan dari dana anggaran tidak terduga,” lanjutnya.

Disebutkannya, dari 24 titik itu, sekitar delapan titik sudah selesai, empat di antaranya yang sudah kita tinjau bersama tadi, sebagian lagi masih progres.

“Harapan kita ada bebeeapa titik yang memang perlu penanganan serius seperti Manabu. Itu, saya pikir mungkin tiga minggu kita butuh waktu tambahan, karena permasalahannya lebih serius dari lainnya,” urainya.

Kemudian, di Graha Cendrawasih, kemarin ada sedikit permasalahan hukum di sana. Kita menunggu dulu proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian, baru kita lakukan upaya tanggap darurat di sana,” tambahnya.

Kalau rumah yang tertimpa longsor, kata Zul, tentu ada prosedur tersendiri sesuai yang diatur dalam regulasi penanggulangan bencana. Sedangkan, pihaknya menangani fasilitas sarana dan prasarana umum.

“Kalau rumah dalam aturan yang berlaku, tentu ada bantuan rumah, baik itu dilakukan dalam hibah uang maupun dalam bentuk material sesuai regulasi penanggulangan bencana,” tuturnya. (Ip)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed