Pertama Kalinya, Catur Tanjungpinang Juara Umum di Ajang Porprov Kepri

TANJUNGPINANG, METROBATAM.COM – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan kontingen catur Kota Tanjungpinang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tim catur Tanjungpinang sukses merebut gelar Juara Umum cabang olahraga catur.

Keberhasilan bersejarah tersebut diraih setelah Tanjungpinang mengumpulkan 6 medali emas dan unggul dalam perolehan medali perak atas pesaing terdekatnya, Kota Batam.

Bacaan Lainnya

Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah Porprov VI Kepri 2026 yang berlangsung pada 1–8 November 2026. Ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut diikuti 2.034 atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau dengan mempertandingkan 30 cabang olahraga.

Namun, di balik gemerlap medali emas dan keberhasilan mengangkat trofi juara umum, tersimpan perjuangan panjang para atlet yang tidak selalu berjalan mudah.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kota Tanjungpinang, Aryuwanda Maulana atau akrab disapa Wanda, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut diraih melalui perjuangan keras di tengah berbagai keterbatasan.

Bahkan, menurutnya, para atlet harus berjuang tanpa dukungan dana Training Center (TC) dan uang saku yang belum cair. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pecatur untuk memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama daerah.

“Perjuangan ini tidak mudah. Di tengah keterbatasan, tanpa dana TC, tanpa uang saku yang cair, kalian tetap berdiri tegak dan memberikan yang terbaik. Kalian adalah bukti nyata bahwa juara lahir dari semangat yang tak pernah menyerah,” ungkap Wanda.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama Kota Tanjungpinang hingga berhasil mencatatkan sejarah baru.

Menurutnya, gelar juara umum tersebut merupakan hadiah istimewa bagi masyarakat Tanjungpinang sekaligus bukti bahwa semangat, kerja keras, dan tekad kuat mampu melahirkan prestasi besar.

“Terima kasih telah membanggakan nama Tanjungpinang. Nikmatilah momen ini, kalian pantas mendapatkannya,” ujarnya.

Meski berhasil mencatatkan prestasi tertinggi, Wanda mengingatkan seluruh atlet agar tidak cepat berpuas diri. Baginya, keberhasilan menjadi juara umum justru merupakan awal dari perjalanan yang lebih besar.

Target berikutnya sudah menanti, yakni mempersiapkan diri menghadapi ajang Praporwil 2027.

Ia berharap semangat perjuangan yang telah mengantarkan tim catur Tanjungpinang meraih juara umum dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi untuk mencetak prestasi yang lebih tinggi.

“Kemenangan ini bukan garis finis, melainkan titik awal yang baru. Semangat yang membawa kita sampai di sini, itulah yang akan menuntun kita melangkah lebih jauh. Istirahatlah, lalu bangkit kembali. Kita punya mimpi-mimpi lain yang siap diperjuangkan bersama,” katanya.

“Dari hati yang kuat, menuju prestasi yang lebih tinggi. Siap untuk Praporwil 2027! Tanjungpinang Selalu Di Hati!” tambahnya.

Di balik keberhasilan mengukir sejarah, Wanda juga mengakui masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi, yakni persoalan regenerasi atlet.

Ia menilai kekuatan tim catur Tanjungpinang saat ini masih cukup bergantung pada para atlet senior. Sementara itu, kemampuan atlet junior dinilai belum sepenuhnya mampu bersaing di level senior.

Kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi PERCASI Tanjungpinang agar tidak hanya mampu meraih gelar juara, tetapi juga membangun kekuatan tim yang berkelanjutan.

Pembinaan atlet usia dini, peningkatan jam terbang melalui berbagai kompetisi, serta pemberian kesempatan kepada pecatur muda untuk tampil di level yang lebih tinggi harus menjadi perhatian ke depan.

Sebab, mempertahankan gelar juara umum tentu membutuhkan persiapan yang lebih matang, pembinaan yang terarah, serta dukungan nyata dari berbagai pihak.

Keberhasilan meraih juara umum untuk pertama kalinya telah menjadi catatan emas dalam perjalanan olahraga catur Tanjungpinang.

Kini, tantangan sesungguhnya adalah menjaga prestasi tersebut agar tidak berhenti sebagai sebuah sejarah, tetapi menjadi awal lahirnya generasi pecatur muda yang mampu membawa Tanjungpinang terus bersinar di tingkat regional maupun nasional.

(Budi) 

Pos terkait