Penghulu Bodong Penyebab Maraknya Nikah Siri di Batam

Ketua Umum Perkumpulan Muballigh Kepri, Penyuluh PAIF Kementrian Agama Batam, dan Konsultan dan Mediator Keluarga, H. Maryono, S. Ag.

Metrobatam.com, Batam – Ketua Umum Perkumpulan Muballigh Kepri, H. Maryono.S.Ag, merasa prihatin dengan adanya penghulu bodong dan maraknya pernikahan siri di tengah masyarakat khusus di kota Batam.

Maryono menyampaikan, pernikahan siri ini tidak jarang berbuntut menyebabkan masalah di kemudian hari dan juga salah satu awal mula terjadinya poligami yang tidak sesuai ketentuan.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya pernikahan siri tersebut dianggap sah secara agama Islam, tetapi nggak sah di mata hukum negara karena pernikahan tersebut nggak tercatat di KUA,” Jelas Maryono kepada awak media, saat ditemui di sekitaran Batam Center, (01/02/2021) Senin sore.

“Perlu diketahui jika menikah siri akan menyulitkan perempuan dan anak di kemudian hari. Jika terjadi sesuatu hal dalam rumah tangganya, perempuan tidak memiliki kekuatan hukum untuk menggugat serta menuntut hak mereka, ” Sebut Maryono.

Menurutnya, salah satu penyebab maraknya nikah siri terjadi karena saat ini adanya penghulu bodong yang dibiarkan saja oleh masyarakat, pemerintah dan tokoh agama.

“Jika ada penghulu bodong jangan diam saja, minimal ceramahi, beri masukan dan lapor kementerian Agama,” ujar Maryono.

Lanjut Maryono,”buat apa nikah siri dengan penghulu bodong katanya kita keluar duit bisa 1 juta sampai 4 juta, mending nikah di kantor KUA yang resmi dan gratis,” tuturnya.

H. Maryono juga sebagai penyuluh PAIF kementrian Agama kota Batam menyampaikan, agar nikah siri tidak menjamur di tengah masyarakat perlunya perhatian dari pihak berwenang dan seperti perangkat RT dan RW, kelurahan, sebagai berpanjangan tangan pemerintah supaya dapat mengedukasi masyarakat.

Ia juga menghimbau kepada oknum pelaku sebagai penghulu bodong, “pertama untuk apa kita mencari rezki menyakiti orang tak ada juga, tak ada penghulu bodong yang hidupnya nyaman, kedua jadi ketika ada seorang pelakor ingin menikahi suami orang dan dia memfasilitasi berarti dia sama juga dengan merusak rumah tangga orang,” ucapnya.

Maryono berharap kepada pemerintah, penengak hukum, tokoh agama dan tokoh masyarakat agar dapat memperhatikan persoalan ini dan dapat menindak lanjutinnya.

(Yandra)

Pos terkait