Buaya Besar Stroni Warga, Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Buaya dengan ukuran besar satroni warga Perumahan Kenanga Jaya 3, Kelurhan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Kepri. Selasa (20/04) malam.

Warga dibuat kaget dan takut karena buaya yang diperkirakan berukuran panjang 6 meter dengan perutnya yang besar itu berani naik kepermukaan yang dekat dengan pemukiman penduduk.

Bacaan Lainnya

Dari laporan warga perumahan yang melihat peristiwa itu, jarak antara buaya dengan pemukiman penduduk sangat dekat hanya berjarak 4 sampai 5 meter saja.

“Pristiwa itu terjadi malam tadi sekitar pukul 10.00 wib pas anak-anak pulang tadarusan,” ucap Yata salah seorang warga di Perumahan Kenanga Jaya 3 yang menyaksikan kejadian itu, ketika dijumpai, Rabu (21/04) di rumahnya.

Menurut dia memang belakangan ini penampakan buaya sangat sering terjadi di daerah perumahannya.

Namun bagi Yata dan warga sekitar, melihat buaya dengan ukuran dan bobot seperti itu muncul kepermukaan dengan jarak yang begitu dekat baru kali pertama ini terjadi.

“Pasca banjir penampakan buaya memang sangat sering kami lihat. Tapi, menjumpai buaya besar dengan jarak dekat seperti itu baru malam tadi,” sebut Yata.

Yata menilai, robohnya tembok pembatas antara perumahan dan sungai yang merupakan habitat buaya menjadi penyebab buaya-buaya tersebut leluasa naik dan berkeliaran di pemukiman penduduk.

“Menurut saya salah satu faktor yang menyebabkan buaya itu berani naik dan mendekat ke pemukiman kami itu karena tidak ada lagi tembok pembatas yang roboh karena terdampak banjir kemaren,” kata Yata.

Tidak muluk-muluk, Yata dan warga sekitar hanya ingin pemerintah bertanggung jawab serta peduli dengan rasa ketakutan mereka selama ini.

Keinginan sederhana Yata dan warga sekitar itu bukan tak berdasar, mengingat Pemko Tanjungpinang sendiri lah yang memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersebut kepada pihak developer Perumahan Kenanga Jaya 3 untuk membangun perumahan di lokasi yang sejak dulu diketahui merupakan habitatnya para buaya.

“Jadi, tidak ada yang namanya siapa duluan siapa belakangan. Kami, warga perumahan Kenaga Jaya 3 meminta Pemerintah peduli terhadap keadaan ketakutan kami ini dengan membuat ulang pembatas antara pemukiman manusia dan pemukiman buaya,” pungkasnya.

(Budi A)

Pos terkait