Tidak Terima Kritikan, Oknum Pj. Kades dan Bendahara Desa Miga Diduga Aniaya Ketua BPD

Metrobatam.com, Gunungsitoli – Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa Miga, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, bapak Safman Lase mengatakan, bahwa PJ.Kades dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelaksana jabatan sementara, diduga sangat terkesan Arogan.

Hal itu disampaikan Wakil BPD saat dikonfirmasi di kediamannya di Desa Miga, Selasa (08/04/2021), sekira Pukul 13.10 WIB sore.

Bacaan Lainnya

Terkait situasional di Pemerintah Desa Miga pada tanggal 12 Maret yang lalu menjadi perhatian masyarakat dan juga di publik dimana oknum PJ. Kepala Desa Miga diduga menganiaya Ketua BPD saat menyuarakan Hak masyarakat terkait pengadaan Bank Sampah pada Anggaran Dana Desa Tahun 2020.

Kepada awak Media, Wakil Ketua BPD Desa Miga menjelaskan, bahwa berawal saat Ketua BPD menyampaikan aspirasi masyarakat saat rapat pertanggungjawaban di balai Desa Miga Tahun 2021, oknum PJ Kades diduga tidak senang di kritik, sehingga terindikasi PJ. Kades emosi dan beberapa oknum aparat merasa tidak senang.

“Saat itu sedang melaksanakan rapat yang difasilitasi oleh BPD, tentang musyawarah terkait pertangungjawaban penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2020, dan juga atas laporan masyarakat kepada BPD terkait Pengadaan Bank Sampah yang anggaranya bersumber dari ADD tahun 2020, masyarakat sangat kecewa karena tidak  sesuai yang diharapkan, dimana yang disediakan berupa Tong Sampah dari bahan Drum Plastik,” jelasnya Wakil Ketua BPD.

Selain itu, Safman Lase menyampaikan beberapa informasi, bahwa pada pelaksanaan pembangunan Rabat Beton yang bersumber dari Dana Desa Miga, diduga pengerjaannya Asal-asalan, dan hal itu pernah saya sampaikan juga kepada  Pemerintah Desa, dimana jalan tersebut sudah rusak parah padahal pelaksanaanya belum sampai sebulan.

“Pernah saya sampaikan bahwa bangunan Jalan yang sudah retak tersebut, agar diperbaiki ulang,” tutur Wakil Ketua BPD.

Ditambahkannya, Wakil Ketua BPD mengatakan bahwa pada pengerjaan MCK yang dilaksanakan dari Anggaran Dana Desa 2020, diduga kuat pelaksananya juga amburadul dan asal – asalan, sehingga MCK tersebut tidak bisa dipergunakan oleh Warga alias tidak berfungsi.

Seterusnya, Wakil Ketua BPD menuturkan, bahwa pada saat menyampaikan masalah itu, diduga beberapa oknum Aparat Desa merasa tidak senang atas apa yang BPD sampaikan.

” Dari beberapa hal kejadian yang saya sampaikan, termasuk penganiayaan yang diduga  dilakukan oleh (Pj. Kades, dan Bendahara Desa), saya menilai bahwa kinerja PJ. Kades dan beberapa Aparatnya diduga kuat arogan dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Wakil Ketua BPD Desa Miga bapak Safman Lase berharap kepada Walikota Gunungsitoli, agar kinerja Pj. Kades Miga dan aparatnya segera dievaluasi dan seterusnya mungkin menyusul surat Laporan dari BPD Desa Miga yang ditunjukan kepada Wali kota Gunungitoli.

“Saya berharap agar pelayanan kepada masyarakat kembali konduksif, sehingga masyarakat merasa nyaman dalam pelayanan,” harap Wakil Ketua BPD.

Sementara itu di tempat terpisah  Walman Komul salah satu masyarakat Desa Miga  Penerima MCK tahun 2020 dari Dusun II, merasa kesal terhadap Pemerintah Desa Miga atas MCK yang diterimanya, diduga MCK yang dibangun di rumahnya tidak sesuai hasil yang dijanjikan sebelumnya.

Dijelaskan Walman Komul, bahwa MCK yang berukuran 1 meter x 1 meter, telah saya terima dan menurut informasi bahwa biaya dan bahan material untuk pembuatan MCK sebesar kurang lebih 53 Juta, dengan perkiraan, setiap 1 Unit, memakan biaya 2.5 Juta/Unit untuk 20 Kepala Keluarga.

Berikut bahan material yang pergunakan;
1. Batako 63 buah ukuran kecil
2. Semen 1. 1/2 sak.
3. Pasir 6 Karung isi  50 gram,
4. Krikil 6 karung semen 1/2
5. Besi beton 8 ml ukuran 80×8 0
6. Klose
7. Pipa dari saya.

Dari semua material yang disediakan saya perkirakan hanya RP. 800.000 saja.

“Saya merasa kesal dan kecewa karena tidak sesuai yang dijanjikan Pemerintah Desa, saya menduga bahwa pengadaan dan pembuatan MCK dirumah saya terjadi Mark-UP,” ucap Walman.

(DZ)

Pos terkait