H. Maryono. S.Ag Prihatin Atas Kasus Suami Bunuh Istri Setelah Berhubungan Intim

Ketua Umum Perkumpulan Muballigh Kepri, Penyuluh PAIF Kementrian Agama Batam, dan Konsultan dan Mediator Keluarga, H. Maryono, S. Ag.

METROBATAM.COM. Batam – Warga Batam dihebohkan dengan adanya kasus pembunuhan seorang istri yang dilakukan suaminya sehabis berhubungan badan di Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa, Batam pada Kamis (27/5/2021) dini hari.

Mengetahui hal tersebut Konsultan dan Mediator Konflik Rumah Tangga kota Batam H.Maryono. S.Ag, merasa sangat prihatin terhadap kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua.Intinya suami-istri harus saling menyadari apapun masalah jangan di sampai diselesaikan dengan kekerasan.

Disebutkan Maryono, menurut berita yang saya baca suami mencekik istrinya selesai berhubungan intim. Jadi menurut saya ini sesuatu yang luar biasa, karena pada umumnya kalau salah satu pasangan sudah diketahui melakukan perselingkuhan khususnya perempuan, biasanya laki-laki malas untuk melakukan hubungan intim dan ini masih mau melakukannya dan ternyata setelah berhubungan dibunuh dengan cara dicekik.

“Dugaan saya mungkin saja bukan niatnya membunuh tetapi mau memberikan pelajaran kepada istrinya supaya jera,”  ujarnya pada hari Jum’at (28/5/2021).

Tak hanya melakukan perselingkuhan, istri juga kerap melakukan penganiayaan terhadap anak.

Maryono yang juga Ketua Umum Persatuan Muballigh Kepri mengatakan, pengalaman saya menyelesaikan konflik rumah tangga, walaupun suami itu tak sayang sama istri dia pasti sayang dengan anaknya, walaupun suami itu tidak sholat, berbuat tidak baik bahkan berbuat zina sekalipun kalau anaknya diganggu oleh istri sekalipun maka istri juga kena kemarahan suami.

“Oleh karena bagi istri sebenci apapun kita kepada suami anak jangan di jadikan pelampiasan karena akibatnya dirimu akan celaka,” katanya.

Maryono berharap kepada penegak hukum atau kepolisian yang sekarang mengusut kasus ini dengan cepat.

“Saya minta usut tuntas apakah disebabkan cemburu buta atau apalah dan jaga jangan sampai hal ini terulang, dan juga tolong perhatikan anaknya,” ujarnya.

“Anak ini mungkin akan mengalami trauma karena ibunya meninggal dunia dan bapaknya masuk penjara, jadi pulihkan psikologisnya,” tutur Maryono.

“Kepada keluarga Almarhumah agar bisa tabah, kita tetap doakan juga Almarhumah dalam keadaan husnul khotimah dan serahkan masalah ini kepada kepolisian,” ungkapnya.

Maryono menghimbau, bagi kita semua para tetangga, banyak sekali kejadian KDRT bisa dicegah.

“Sudah istri dan suami sering ribut ini tetangga seringkali cuek saja, mestinya semua pihak melaporkan hal ini kalau pasangan rumah tangga yang sering ribut sehingga kejadian ini tidak terulang,” sebutnya.

“Intinya ini pembelajaran bagi kita semua, suami semarah apapun jangan sampai melakukan hal yang tidak baik, kalau tak suka ceraikan saja begitupun sebaliknya,” pungkas H. Maryono, S. Ag. (Yandra)

Pos terkait