PMI Masuk ke Kepri Januari Hingga 1 Mei, 576 PMI Positif Covid-19

Sekda Arif saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemulangan WNI/PMI dari Malaysia, di Kantor Gubernur, Selasa (11/05). (Foto: Humas Provinsi Kepri)

METROBATAM.COM. Tanjungpinang – Sekretaris Daerah H. T.S Arif Fadillah terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait dengan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI)/WNI yang masuk ke Indonesia melalui Kepulauan Riau. Kedatangan PMI dari Malaysia dikatakan oleh Sekda Arif turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan angka Covid-19 di Kepri.

“Hari ini akan datang 146 orang dari Pasir Gudang yaitu PMI deportasi yang nanti sore akan kami tinjau kedatangannya di Pelabuhan Sri Bintan Pura,” ucap Sekda Arif saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemulangan WNI/PMI dari Malaysia, di Kantor Gubernur, Selasa (11/05/21).

Bacaan Lainnya

Provinsi Kepri selama tahun 2021 sudah menerima 15.496 orang PMI yang 576 orang diantaranya positif Covid-19. Dari 1 Januari sampai dengan 1 Mei, PMI menjadi penyumbang Covid-19 di Kepri dengan angka 23,84%.

“Jadi Kepri sekarang termasuk angka peningkatan Covid-nya termasuk tinggi di Indonesia, yang tentunya menjadi perhatian serius kita di lapangan,” jelas Sekda Arif.

Menurut Sekda Arif, PMI yang masuk ke Kepri akan dikarantina dahulu selama 5×24 jam sesuai dengan SE nomor 08 tahun 2021 di RSKI Galang, Rusun BP Batam, dan akan ditambahkan tempat karantina di Bapelkes Batam.

Sekda Arif pun mengharapkan Balitbang Kemenkes untuk memberikan bantuan reagent kepada Kepri mengingat kebutuhan reagent di Kepri mencapai 3.000 dalam satu hari, juga bantuan penambahan alat PCR untuk RSKI Galang dan BTKL Batam.

Selain itu, Sekda Arif pun memohon kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia dan KJRI di Johor Bahru untuk menggiring PMI yang ada di Johor Bahru ke Malaka supaya dapat masuk melalui pintu pelabuhan Dumai.

“Kita prinsipnya siap membantu karena ini kebijakan pusat, tapi kami juga mohon dukungan dari segi kelengkapan reagent, PCR, dan anggaran,” harap Sekda Arif.

Menanggapi hal itu, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, menyatakan persetujuannya untuk menggiring PMI dari Johor ke Melaka. Menurutnya kurang dilakukan sosialisasi kepada PMI/WNI jika jalur Malaka-Dumai telah dibuka sehingga semua PMI menuju Johor Bahru.

“Sebenarnya banyak dari warga kita yang bermukim jauh dari Johor, tetapi karena mungkin mereka tidak tahu Malaka sudah dibuka, banyak yang menumpuk di Johor,” kata Hermono.

Dalam rapat tersebut, Sekda didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan M. Bisri, Kepala Dinas Tenaga Kerja Mangara M. Simarmata, Kepala Satpol PP Teddy Mar dan Wakil Ketua Harian Satgas Covid-19 Dr. Tjetjep Yudayana.

(B.Ar/Hum)

Pos terkait