Senin PPKM Darurat di Batam Resmi Diberlakukan, Kapolres: Ada 86 Titik Penyekatan

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Barelang Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, memaparkan petunjuk lengkap pada rapat persiapan PPKM Darurat di Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (10/7/2021).

METROBATAM.COM. BATAM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, memimpin rapat teknis penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Secara resmi, PPKM Darurat diberlakukan Senin (12/7/2021).

Rudi menegaskan, dalam penerapan PPKM Darurat nanti, antara kesehatan dan perekonomian tetap harus disejajarkan. Ia tak ingin, dua sektor tersebut terjadi ketimpangan.

Bacaan Lainnya

“PPKM Darurat ini merupakan perintah langsung dari Pemerintah Pusat. Hari Senin kita harus melaksanakan PPKM Darurat ini,” kata Rudi saat memimpin rapat di Kantor Wali Kota Batam, Batam Center, Sabtu (10/7/2021).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (dua dari kanan, depan), memimpin rapat persiapan PPKM Darurat di Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (10/7/2021).

Ia mengatakan, ada dua hari menyiapkan teknis dan juga bagaimana petugas di lapangan harus bertindak. Dalam hal ini, Rudi menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Batam untuk duduk bersama petugas di lapangan nantinya.

“Tadi ada usulan pembuatan petunjuk teknis (buku saku untuk petugas). Ini agar petugas di lapangan paham bagaimana bertindak,” ujarnya.

Rudi berpesan, selama PPKM Darurat, ia mengingatkan agar penanganan kesehatan harus sejajar dengan pemulihan ekonomi. Ia mengingatkan agar dua sektor tersebut tidak terjadi ketimpangan.

“Kita jaga kesehatan saja, tapi ekonomi ambruk, maka makan sulit. Sebaliknya, jika kita cuma jaga ekonomi, maka akan sakit semua. Maka dari itu, akan kita jaga semua, bagaimana orang bisa makan dan tetap sehat,” pesannya.

Ia juga meminta masyarakat memahami instruksi dari Pemerintah Pusat terkait PPKM Darurat tersebut. Langkah ini merupakan upaya pemerintah dalam menangani Covid-19 yang belakangan terus terjadi lonjakan.

“Saya mohon betul, semua kegiatan keramaianan kita hentikan dalam sebulan saja. Kalau ini kita jalankan secara kompak, maka Covid-19 akan berhenti semua, tujuan pemerintah itu. Saya mohon, mari kita laksanakan bersama-sama,” katanya.

Sementara, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Barelang Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, memaparkan petunjuk lengkap terkait penerapan PPKM Darurat. Dari hitungan sementara, personel yang diterjukan dalam PPKM Darurat sebanyak 700 personel.

“Masih dikaji berapa kebutuhannya. Kalau ada kekurangan, akan ditambah dari Kepolisian Daerah (Polda) atau Brigade Mobil (Brimob) Kepulauan Riau (Kepri) begitu juga dengan satuan lain,” kata Kombes Pol Yos.

Sementara untuk titik penyekatan di Kota Batam selama PPKM Darurat, masih kata Kapolresta Barelang, pihaknya menentukan 86 titik yang tersebar di masing-masing kecamatan atau Kepolisian Sektor (Polsek).

Di lokasi sama, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316/Batam, Letnan Kolonel (Letkol) Kav Sigit Dharma Wiryawan, mengatakan, penerapan PPKM Darurat mulai Senin (12/7/2021) hingga waktu yang belum ditentukan.

“Ini adalah kerja kita bersama, jadi saya ingin semuanya memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Terutama yang bertugas di lapangan yang berhadapan dengan masyarakat. Tujuan kita mengurangi mobilitas masyarakat, kemudian tidak terjadi kerumunan. Petugas hatus tegas tapi tetap humanis,” ujarnya. (Ilh4m)

Pos terkait