Wagub Marlin Bicara Stunting dalam Seminar 100 Profesor

Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina

METROBATAM.COM. BATAM – Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina mengatakan target Kepri untuk mencapai zero stunting di tahun 2024 bisa terwujud dengan dukungan semua pihak. Meski kasus stunting menjadi yang terendah kedua di Indonesia, Kepri akan bergerak lagi agar angkanya semakin rendah dan mencapai titik nol.

“Kita masih yang terendah (terbaik) kedua setelah Bali untuk kasus stunting. Tapi kami akan bekerja lebih keras lagi untuk menekan angka stunting dan optimis dengan dukungan dan kerjasama semua pihak di tahun 2024 nanti Kepulauan Riau akan menjadi zero stunting,” kata Wagub Marlin dalam Vicon Seminar Nasional 100 Profesor Bicara Stunting untuk Provinsi Kepulauan Riau di Aula Graha Kepri, Batam, Rabu (7/7).

Bacaan Lainnya

Wagub Marlin berterima kasih kepada BKKBN dan Asosiasi Profesor Indonesia (API), karena menghadirkan kegiatan untuk memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah, sehingga tidak keliru dalam mengambil keputusan untuk membangun. Khususnya program pencegahan stunting.

Wagub Marlin berharap dari kegiatan ini mendapat informasi yang bermanfaat dengan menguatkan edukasi bagi masyarakat. Juga membangun sinergitas semua stakeholder dalam mendukung pencegahan stunting di Provinsi Kepri.

Dalam seminar itu, Wagub Marlin didampingi Kadis PP dan PA Kepri Misni serta Kadis PP dan PA Kota Batam Umi. Secara virtual hadir Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Deputi Bidang Lallitbang BKKBN Prof. drh. Rizal Damanik, M.RepSc., PhD, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BKKBN DR. Lalu Makripuddin, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri Medi Heryanto, TP PKK Provinsi Kepri dan Kabupaten Kota.

Pada seminar yang mengusung tema Pencegahan Stunting Tinjauan Aspek Gizi dan Ketahanan Keluarga Perspektif Ekonomi Islam ini, tampil sebagai narasumber Rektor Uniba Prof DR. Ir. Cahbullah Wibisono, SE.MM, Guru Besae IPB Prof DR. Ir. Ali Khomsan, MS dan Guru Besar IPB Prof DR. Ir. Euis Sunarti, M.Si.

Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang. Stunting pada balita perlu menjadi perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak, dan berkaitan dengan resiko kesakitan dan kematian serta terhambatnya pertumbuhan kemampuan motorik dan mental.

Pemerintah, kata Wagub Marlin terus melakukan upaya nyata pencegahan stunting melalui kegiatan mencegah perkawinan dan mencegah kehamilan usia anak. Pendampingan terhadap calon pengantin, ibu hamil dan balita oleh TP PKK, bidan desa dan kader di desa/kelurahan. Edukasi oleh berbagai media dan oleh perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat (KKN, PKL dan sebagainya) dengan tema cegah stunting.

“Juga kita mendorong sektor terkait baik pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan stunting. Bersama kita pasti bisa,” kata Wagub Marlin. (B.Ar/Hum)

Pos terkait