Tinjau Vaksinasi Massal Pelajar di Batam, Kapolda Kepri Harap Herd Immunity Segera Tercapai

Keterangan gambar: Kapolda Kepri, Irjen Pol Aris Budiman (tiga dari kiri), memberi semangat kepada salah seorang pelajar saat menerima suntikkan vaksin Covid-19 dosis pertama jenis Sinovac di Vihara Duta Maitreya Monastery, Sei Panas, Batam, Jumat (20/8/2021).

METROBATAM.COM. BATAM – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Aris Budiman, mengatakan, Vaksinasi Massal bagi pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Batam adalah merupakan langkah konkret dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan percepatan vaksinasi.

Menurutnya, ini tentu akan mempercepat pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok khususnya di kalangan pelajar dan mempercepat terciptanya herd immunity.

Bacaan Lainnya

“Kalau ini semuanya sudah divaksin dan semuanya bisa menjalankan Protokol Kesehatan dengan baik, maka kita segera dapat mengakhiri pandemi Covid-19 dan kita semua bisa hidup normal seperti biasa,” kata Irjen Pol Aris Budiman, usia meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal Covid-19 dosis pertama di Vihara Duta Maitreya Monastery, Sei Panas, Batam, Jumat (20/8/2021).

Lanjut Kapolda Kepri, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), TNI, Polri dan Pemerintah terkait terus berusaha agar vaksinasi khusus di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dapat terlaksana.

“Ini tidak lain untuk kesehatan kita, dengan harapan dapat terhindar dari Covid,” ujar Kapolda Kepri.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Goldenhardt S, mengatakan, pelaksanaan tersebut, petugas menyediakan sebanyak 6.000 dosis vaksin jenis Sinovac.

“Pelaksanaan ini bekerja sama Badan Intelijen Negara (BIN). Alhamdulillah antusias warga sangat tinggi dalam pelaksanaan vaksinasi ini. Petugas sempat mengalami kekurangan dosis vaksin, lantaran jumlah peserta vaksin melebihi dosis yang telah disediakan pihak penyelenggara kegiatan. Akhirnya, petugas menambah jumlah dosis vaksin yang awalnya 4.000 menjadi 6.000 dan untuk ke depannya akan terus kita tambah,” ujarnya. (Ilh4m)

Pos terkait