Pokir Salah Satu Dewan Bintan Diduga Digunakan Untuk Kepentingan Pribadi

Photo: Lokasi tempat usaha pencucian mobil milik Anggota DPRD Kabupaten Bintan. Pembangunan Drainase /Parit yang menggunakan dana APBD Bintan senilai Rp 79.989.694.12

METROBATAM.COM|BINTAN – Pokir atau Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD merupakan aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada anggota Dewan agar diperjuangkan dipembahasan RAPBD. Hal ini sesuai Pasal 55 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,

Berdasarkan hal tersebut di atas, sangat bertolak belakang dengan kegiatan pembangunan yang diharapkan masyarakat Bintan Timur, sejatinya pembangunan bisa dilaksanakan sesuai penjaringan dan aspirasi masyarakat untuk kemajuan namun malah yang dilaksanakan oleh salah satu Anggota DPRD Bintan dengan anggaran APBD Rp 79.989.694.12 pembuatan parit di depan pencucian mobil miliknya.

Bacaan Lainnya

Tokoh masyarakat Bintan Ali Murtadho mengatakan, Sangat disayangkan pembangunan parit yang sejatinya masyarakat berharap dari uluran perjuangan dewan malah dibangun di tempat usaha milik salah satu anggota DPRD Bintan.

“Saya mendapat informasi pencucian itu milik Zulfaipi salah satu anggota DPRD Bintan, kabarnya dibangun di depan usaha pencucian mobilnya karena anggaran tidak mencukupi. Keinginan nya, mau dibangun sampai di depan SPBU. Harus nya jika anggaran tidak cukup tidak perlu dibangun drainase parit itu. Lagian bibir jalan utama di situ masuk dalam kategori jalan nasional kewenangan nya ada di Pemerintah Provinsi Kepri,” ujar Ali Murtadho.

Ali mengatakan dana APBD yang diserap sebesar Rp. 79.989.694.12 untuk pembangunan Drainase atau parit di depan Usaha pencucian mobil jalan Nusantara Km 23,  RT 03, RW 04 Kampung Budi Mulya tersebut, menuai banyak polemik di masyarakat, dan menjadi buah bibir cibiran masyarakat Bintan Timur.

“Harusnya Dewan mampu memperjuangkan untuk penggunaan Dana APBD Provinsi Kepri, jika ingin membangun drainase atau parit di tepi jalan nasional agar bermanfaat untuk masyarakat, bukan malah menggunakan dana APBD Bintan. Pertanyaannya dengan dibangunya drainase di depan Usaha Cucian mobil Milik Anggota DPRD Bintan, manfaatnya untuk siapa. Untuk masyarakat mana yang di perjuangan melalui dana Pokir tersebut,” ungkapnya.

“Sayang dana APBD Bintan yang diglontorkan Rp 79.989.694.12 tak bermanfaat untuk masyarakat. Harusnya bisa dimanfaatkan di tempat yang lain, minimal di perkampungan atau padat penduduk yang rawan banjir, walaupun dana nya hanya segitu,” ujar nya.

Kita berharap, melalui DPRD Bintan untuk selektif la dalam memperjuangkan pembangunan di Bintan Timur. Jangan suka membuat polemik di Masyarakat, kasian masyarakat sudah susah malah DPRD nya mempertontonkan kekuasaan yang tidak pantas di tengah-tengah masyarakat. Buatlah prestasi jangan hanya sensasi, jelas Ali, mengakhiri.

(Budi)

Pos terkait