Ini Kata Mahfud MD, Terkait Klaim Ilmuan Malaysia Terhadap Pulau Natuna

Menkopolhukam dan Mendagri saat menggelar Konfrensi Pers di Lanud Raden sadjad

Metrobatam.com, Natuna Menko Polhukam Mahfud MD yang juga Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melakukan kunjungan kerja ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Mahfud bertolak ke Natuna melalui Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, pada hari ini, Selasa (23/11/2021).

Dalam kunjungan kerja ini Mahfud di dampingi Mendagri Tito Karnavian. Kunjungan kerja ini dilaksanakan selama dua hari di Natuna.

Menanggapi adanya isu dari seorang ilmuwan asal Malaysia dari sebuah University Sains Islam Malaysia dan Associate Fellow di Institute of Oceanography and Environment klaim Pulau Natuna.

Menurut ilmuwan bernama Mohd Hazmi Modh Rusli, Pulau Natuna memang milik Malaysia.

Bacaan Lainnya

Sedangkan menurut pendapatnya, Indonesia sendiri tidak memiliki hubungan apa-apa atas klaim Pulau Natuna.

Saat jumpa pers bersama awak media sebelum kepulangan Mahfud beserta rombongan pada Rabu (24/11/2021), di halaman VIP Room Lanud RSA, menyampaikan tanggapan terkait klaim dari ilmuan Malaysia terhadap Natuna.

“Biarkan sajalah mereka mengklaim, itukan menurutnya, yang penting sampai saat ini Kepulauan Natuna masuk bagian dari wilayah Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

“Berdasarkan Surat Keputusan Delegasi Republik Indonesia Provinsi Sumatera Tengah tanggal 18 Mei 1956. Dan kita akan mempertahankan itu agar Natuna tetap menjadi milik Indonesia,” tegasnya. (Rudini)

Pos terkait