Massa Kepung Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Lanud RHF Ringkus Provokator

Keterangan gambar: Simulasi penanganan kericuhan dan huru-hara di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, petugas ringkus provokator, Selasa (9/11/2021). Foto/PenLanud RHF untuk METROBATAM.COM

METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG – Sekelompok massa yang mengatasnamakan Komunitas Melayu Bangkit melakukan aksi berunjuk rasa (Unras) di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Selasa (9/11/2021).

Massa yang membawa spanduk, bendera dan berbagai atribut lainnya tersebut melempari petugas yang tengah berjaga-jaga melakukan pengamanan di sekitar bandara dengan menggunakan botol Aqua berisi air dan batu sehingga kericuhan pun tak terelakkan.

Bacaan Lainnya

Unras tersebut dipicu tuntutan penolakan penerapan polymerase chain reaction (PCR) di Bandara Raja Haji Fisabilillah. Unjuk rasa semakin memanas dan terjadi aksi baku hantam lantaran massa mencoba berusaha menerobos masuk ke wilayah Bandara sehingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan agar pengunjuk rasa mundur.

Unras yang berlangsung tersebut hanyalah simulasi latihan penanggulangan huru-hara (PHH) dan pertahanan pangkalan dalam rangka memperkuat kesiap-siagaan personel Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) RHF untuk menjaga sistem keamanan dalam mengantisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan yang berakibat anarkis di Objek Vital Nasional (Obvitnas).

“Hari ini Lanud RHF melaksanakan latihan penanggulangan huru-hara dan pertahanan pangkalan dalam rangka memperkuat kesiap-siagaan prajurit Lanud RHF untuk menjaga sistem keamanan dalam mengantisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Ini kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Dinas Operasi sebagai program kerja Lanud Raja Haji Fisabilillah tahun 2021,” kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) RHF, Kolonel Penerbang (Pnb) A. Donie P dalam keterangan tertulisnya kepada media ini.

Keterangan gambar: Simulasi penanganan kericuhan dan huru-hara di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang antara sejumlah massa dengan petugas pengamanan bandara, Selasa (9/11/2021). Foto/PenLanud RHF untuk METROBATAM.COM

Adapun sebanyak sekitar 50 orang lebih dari prajurit Lanud RHF yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Di antaranya dari Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (POM-AU) Lanud RHF, Pasukan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) Lanud RHF, dan Pasukan huru-hara (PHH) Lanud RHF.

Sementara yang bertindak sebagai kordinator pelaksana Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud RHF, Mayor Lek Checep Indra di Base Operasi (Ops) Bandara Raja Haji Fisabilillah.

“Pelatihan penanggulangan ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan profesionalisme prajurit khususnya dalam melaksanakan tugas pokoknya untuk pengamanan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI) dan objek vital nasional dan menanggulangi segala bentuk ancaman yang terjadi. Ada 50 prajurit dari satuan POM, Pasukan Pertahanan Pangkalan, dan Pasukan huru-hara. Semua full dari Lanud RHF yang kami libatkan dalam latihan hari ini,” ujarnya.

Keterangan gambar: Apel kesiapan personel oleh Kadisops Lanud RHF, Mayor Lek Checep Indra (dua dari kanan), di Base Ops Bandara Raja Haji Fisabilillah, Selasa (9/11/2021). Foto/PenLanud RHF untuk METROBATAM.COM

Danlanud RHF berharap, prajurit Lanud RHF dapat memetik hasil latihan dan semakin profesionalisme dalam capainnya yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab dalam bertugas.

“Disini kami hanya melaksanakan simulasi saja. Karena sewaktu-waktu pasti di Bandara, akan ada hal yang tidak kita harapkan terjadi. Dalam hal ini, kita sudah siap, apabila ada kejadian demonstrasi di Bandara khususnya di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. Secara kesinambungan kita akan melaksanakan secara teratur, baik itu dalam setahun sekali dan ini salah satu kegiatan dari TNI-AU, namun setelah ini masih banyak kegiatan yang akan kami simulasikan lagi. Itulah fungsi kita (TNI-AU) di Tanjungpinang,” tutupnya. (Ilh4m)

Pos terkait