Warga Karimun Dirujuk ke Batam oleh TNI AD Menggunakan Kapal Feri Oceana 19

Keterangan gambar: Anggota Bakes Kodim 0317/TBK, Sertu Rudi (kiri) dan Bintara Kodim 0317/TBK, Sertu Satria (kanan), saat mendampingi korban yang dirujuk di RSAB Batam, Jumat (26/11/2021). Foto/Ilh4m/METROBATAM.COM

METROBATAM.COM, KARIMUN – Fitri (16), pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) harus dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bross (RSAB) Batam. Pasalnya siswi yang duduk di bangku XI (9) itu tertelan jarum pentol dan harus mendapatkan penanganan medis.

Ia harus dirujuk ke Batam karena fasilitas medis di Karimun tidak memadai. Sebelumnya, pihak keluarga sudah membawa Fitri ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Moro dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Karimun.

Bacaan Lainnya

Dikarenakan alat medis belum lengkap, dan keterbatasan biaya atau Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang belum aktif sehingga Fitri harus dibawa ke Batam guna mendapatkan perawatan.

Melihat kondisi tersebut, TNI Angkatan Darat (AD) menunjukkan kepeduliannya untuk membantu masyarakat Karimun dengan menjalankan fungsi dan tugasnya dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0317/Tanjung Balai Karimun (TBK).

“Tugas TNI AD tidak hanya berfungsi melakukan operasi militer selain perang, tetapi terpenting bisa membantu dan melayani masyarakat,” kata Komandan Distrik Militer (Dandim) 0317/TBK, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri (Inf) Agus Rediyanto, Jumat (26/11/2021).

Dengan menggunakan kapal Feri Oceana 19 dari Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun, evakuasi Fitri dari Karimun dapat dilakukan dengan aman dan lancar menuju Batam.

“Alhamdulillah proses evakuasi Fitri berjalan lancar dan aman hingga sampai di Batam. Tiba di Batam sekitar pukul 13.00 dan langsung dibawa menuju ke RSAB Batam guna mendapatkan perawatan. Anggota kita sudah berada disana, untuk mendampingi korban dan keluarga, semoga proses penanganan sesuai apa yang kita harapkan bersama,” ujarnya.

Informasi yang diterima, peristiwa tertelan jarum pentol tersebut terjadi pada sepekan yang lalu, tepatnya hari Kamis (18/11/2021). Saat itu Fitri tidak sengaja menelan jarum pentol ketika bermain bersama teman-temannya dan meletakkan jarum tersebut di mulutnya. Karena tidak sadar ada jarum di mulutnya, kemudian Fitri minum air dan alhasil masuklah jarum tersebut di sistem pencernaannya.

(Ilh4m)

Pos terkait