Gagahi Anak di Bawah Umur, Dua Pria di Batam Ditangkap dan Terancam 15 Tahun Bui

METROBATAM.COM – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Nongsa berhasil menangkap dua pelaku pencabulan anak di bawah umur yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Bejatnya lagi, kejadian tersebut sudah dilakukan lebih dari tiga kali oleh pelaku.

Dua pelaku berinisial RS (18) dan WIC (20) diamankan polisi pada Rabu (24/11/2021), di rumahnya yang beralamat di Perumahan Armindo, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam.

Bacaan Lainnya

Terungkapnya kasus tersebut berdasarkan dari laporan orang tua korban sebut saja mawar (bukan nama asli) dan juga dari keterangan korban.

“Penangkapan ini bermula dari laporan orang tua korban ke Polsek Nongsa, yang curiga ada kata-kata yang tidak senonoh di WhatsApp Handphone (HP) milik anaknya. Korban masih di bawah umur dan masih sekolah. Orang tua korban yang melaporkan ke Polsek Nongsa, bahwa, anaknya yang berumur 12 tahun telah disetubuhi oleh dua pelaku,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Nongsa, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudi Arvian, didampingi Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Nongsa, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Syofian Rida, saat gelar Konferensi Pers di halaman depan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Nongsa, Jumat (3/12/2021).

Lanjut Kapolsek Nongsa, aksi tersebut terjadi lantaran ada bujuk rayuan dari pelaku dengan korban. Ia mengatakan kejadian tersebut bermula berkenalan melalui jejaring media sosial kemudian melakukan pertemuan dengan salah satu pelaku di kawasan Nongsa, tepatnya di lapangan bola, kemudian pelaku mengajak rekannya untuk melakukan aksi bejat secara bersamaan di semak-semak.

“Mereka ini teman dari media sosial (berkenalan). Asal mulanya, setelah berjanji bertemu di Pasar Kaliban, Kabil dan membawa korban ke Kaveling Lama (di lapangan bola) dengan salah satu tersangka dan sudah ngajak temannya (RS). Nah, yang pertama kali melakukan (persetubuhan) ialah pelaku berinisial WIC dan temannya menunggu di atas motor. Karena tidak tahan lagi, sehingga dia langsung masuk dan melihat temannya lagi bersetubuh, dia juga minta jatah,” bebernya.

Informasi yang dihimpun METROBATAM.COM, kedua pelaku itu bekerja sebagai buruh bangunan dan melakukan aksi bejat tersebut dalam keadaan sadar tanpa terpengaruh alkohol. Sementara kejadian terjadi pada Senin (18/10/2021) lalu, sekitar pukul 19.30 WIB.

Sementara, barang bukti yang berhasil diamankan polisi di antaranya dua helai jaket berwarna hitam milik kedua pelaku), satu helai baju kaos warna hitam, satu helai celana legging berwarna hitam, satu helai jilbab warna merah jambu, singlet warna putih, dan cekan dalam warna ungu milik korban.

Atas kejadian tersebut, kedua pelaku dijerat Pasal 81 ayat 2 Juncto (Jo) Pasal 76d dan atau Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76e Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan ancaman pidana kurungan penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan serta denda paling banyak Rp5 miliar.

(Ilh4m)

Pos terkait