Polisi Tembak Pelaku Curat dengan Modus Pecah Kaca Mobil di Batam

Keterangan gambar: Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto (empat dari kanan) bersama Kasat Reskrim (kiri) dan Kasi Humas Polresta Barelang (kanan), mengintrogasi pelaku Curat (baju kaos warna oranye) di Batam saat gelar Konferensi Pers di lobi Mapolresta Barelang, Jumat (14/1/2022). /Ilh4m/METROBATAM.COM

METROBATAM.COM, BATAM – Seakan tidak jera-jera keluar masuk bui, seorang pria di Batam kembali ditangkap polisi. Pasalnya, pria yang bernama alias Muhammad Diki Guseri alias Diki ini telah melakukan tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curat).

Penangkapan terhadap tersangka berkat adanya informasi dari masyarakat yang masuk ke Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Barelang.

Bacaan Lainnya

Pelaku berhasil diamankan di parkiran Pasar Botania I, wilayah Kecamatan Batam Kota, Batam, pada Senin (10/1/2022).

Pelaku dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan petugas saat akan dilakukan penangkapan.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Barelang, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Nugroho Tri Nuryanto, mengatakan, pelaku merupakan seorang residivis.

“Pelaku ini kita amankan di area parkir pasar Botania I. Pelaku beraksi kurang lebih 5 tahun dan adalah residivis keluar masuk sel,” kata Kombes Pol Nugroho, saat gelar Konferensi Pers di lobi utama Mapolresta Barelang, Jumat (14/1/2022).

Dijelaskan Kapolresta Barelang bahwa modus operandi pelaku ialah mengamati kendaraan roda empat (R4) yang sedang terparkir, kemudian melakukan membuka pintu mobil dengan cara melakukan pengrusakan yakni mencongkel pintu dan pecah kaca mobil. Pelaku beraksi seorang diri.

Modusnya (pelaku) yaitu mengamati mobil yang diparkir. Sekira aman tidak ada orang, pelaku melakukan pencongkelan pintu dan pecah kaca,” ujarnya.

Dalam penangkapan ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu unit leptop dan satu unit Handphone (HP) merek Oppo F7, satu unit sepeda motor merek Honda Beat, kunci leter T, dan lainnya.

Pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 atau ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Ilh4m)

Pos terkait