Peningkatan Pelayan Publik, Kanim Kelas II Non TPI Agam Jalin Sinergitas Bersama Media

Haris Sukamto. Kepala Kemenkumham Prov.Sumbar

METROBATAM.COM, BUKITTINGGI-AGAM – Kanim Kelas II Non TPI Agam menyadari pentingnya komunikasi publik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya di bidang keimigrasian. Salah satu bentuk komunikasi Kanim Kelas II Non TPI Agam mengadakan diskusi dengan media sekaligus silaturahmi yang dilaksanakan di Novotel Bukittinggi, Sumatera Barat. Selasa (06/06/2023).

Sosialisasi Keimigrasian diadakan tersebut dengan tema diusung “Sinergitas Media dan bersama Instansi Terkait Dalam Peningkatan Pelayanan Publik” dibuka Kakanwil Kemenkum-HAM Sumbar Haris Sukamto dan dihadiri Staf Ahli bidang Ekonomi Pemko Bukittinggi, acara diangkat mengacu UU. No.14 / 2008 tentang Ketarbukaan Informasi Publik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kalapas Bukittinggi Marten dan beberapa Awak media online dan cetak.

Haris Sukamto mengatakan, bahwa kita ingin membangun silahturahmi untuk kebaikan kita bersama sejalan core value dengan ridho Allah SWT,” ucap Haris.

Bacaan Lainnya

“Tidak dipungkiri masyarakat lebih suka dengan berita tidak baik atau good news bahkan dalam memberitakan informasi awal oleh media pada pimpinan Kanwil dan rekan kerja berikan informasi kritis,” jelasnya.

“Jika ada informasi kritis maka media harus pertama menginformasikan pada saya sehingga nantinya tidak ada informasi praduga dan saya tidak berhak memberikan hak jawab namun memberikan masukan demi perbaikan,” ungkapnya.

Haris Sukamto. Kepala Kemenkumham Prov.Sumbar

“Divisi imigrasi selalu optimalkan Timpora yang ada di wilayah sekaitan kasus berkembang WNA illegal, TPPU, Korupsi serta Perdagangan Orang. Marilah kita membangun Sumbar dengan kondisi strategis sehingga investasi luar bisa masuk dan tentunya harus mengikuti aturan,” pungkas Haris.

Lebih lanjut Kanim Kelas II Non TPI Agam, Adityo Agung Nugroho menjelaskan, adanya kegiatan ini selain untuk memperkuat tali silaturahmi, juga dalam rangka membangun dan menjaga relasi serta komunikasi yang sudah terjalin baik selama ini dengan rekan-rekan media.

“Hal ini tentunya melihat selama ini bagaimana masyarakat sendiri selalu menilai kinerja Apratur Pemerintah hanya seperti itu saja. Padahal, banyak program kerja yang dikembangkan dan perlu diketahui oleh masyarakat luas,” ujarnya.

“Terlebih, saat ini media mainstream sendiri, menurutnya telah tergeser dari pilar keempat demokrasi. Hal ini tentu juga mengancam media mainstream,” ungkapnya.

“Permasalahannya, kini media sosial memang lebih mendominasi dan diakui bahwa bisa mengalahkan popularitas dari media mainstream itu sendiri, oleh sebab itu peranan Media bagi Kanim Kelas II Non TPI Agam sangat dibutuhkan berbagi informasi untuk kegiatan dalam sinergitas kedepan,” tutupnya. (basa)

Pos terkait