Pelaku Pemerasan Video Syur Seorang LC di Batam Ditangkap Polisi

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH menggelar Konferensi Pers Ungkap Pelaku Pornografi (foto Doc Polresta Barelang)

METROBATAM.COM, BATAM – Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH menggelar Konferensi Pers Ungkap Pelaku Pornografi yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Budi Hartono, SIK, MM dan Kasihumas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba, SH bertempat di Lobby Mapolresta Barelang. Kamis (21/12/2023).

“Kejadian diketahui terjadi di Kos Homestay 81 yang terletak di jalan Mangga 1 Blok 2 No.32 Kel/Baloi Kec. Lubuk Baja – Kota Batam pada hari Minggu, tanggal 03 Desember 2023, sekira pukul 16.00 WIB.Korban inisial ES (perempuan) korban bekerja sebagai LC, dan Pelaku yang di amankan berinisial MH (23 tahun),” ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK.

“Kronologis kejadian Pada hari Minggu tanggal 03 Desember 2023 sekira pukul 16.00 WIB Korban dihubungi oleh seseorang yang tidak dikenal inisial MH melalui pesan Whatapps dimana saat itu Pelaku MH mengirimkan kepada korban video diri korban melalui pesan Whatapp yang mengandung muatan melanggar kesusilaan, yang dimana saat itu pelaku menyampaikan kepada korban Mau Damai atau Mau Viral,” ungkap Kapolresta Barelang.

“Awalnya pelaku dan korban berkenalan di media sosial dengan iming-iming jika korban memvideokan dirinya dengan posisi porno atau tidak berbusana, maka pelaku akan diberikan uang Rp. 3.000.000. Ternyata korban melakukan video dan dikirimkan ke pelaku. malah akhirnya pelaku minta uang ke korban. Apabila korban tidak memberikan uang tersebut, video korban akan pelaku viralkan di media sosial,” jelas Kapolresta Barelang.

Bacaan Lainnya

“Dikarenakan korban tidak kunjung memenuhi permintaan pelaku, kemudian selanjutnya, Pelaku langsung memposting atau mengupload video-video korban yang mengandung muatan melanggar kesusilaan diakun media sosial Twiter, Tiktok, dan pelaku melakukan Direct massage kepada teman-teman korban yang di dalam direct massage tersebut pelaku mengirimkan Video-video dan foto-foto diri korban yang mengandung muatan melanggar kesusilaan, sehingga kemudian mengetahui hal tersebut korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Barelang untuk dilakukan proses lebih lanjut,” ucap Kapolresta Barelang.

“Setelah menerima laporan tersebut, Unit V Tipidter Satreskrim Polresta Barelang mulai melakukan penyelidikan dan penyidikan dimana selanjutnya pada tanggal 09 Desember 2023, Tim Unit V Tipidter Satreskrim Polresta Barelang berangkat ke kota Medan dimana selanjutnya pada hari Minggu tanggal 10 Desember 2023 sekira pukul 02.00 WIB Tim Unit V Tipidter Satreskrim Polresta Barelang berhasil mengamankan terduga pelaku MH orang yang diduga mendistribusikan atau Mentranmisikan video-video korban E.S yang mengandung muatan melanggar kesusilaan tersebut diakun media sosial Twiter, Tiktok, dan Instagram,” ungkap Kapolresta Barelang.

“Penangkapan terhadap pelaku MH tersebut tim berhasil mengamankan barang bukti dari tangan pelaku MH yaitu 1 unit handphone merek XIOMI Type Red mi Note 12 Serta nomor telpon yang digunakan oleh pelaku pada saat melakukan pemerasan dan pengancaman kepada korban dan pelaku saat itu mengakui bahwa benar apa yang dipersangkakan kepada dirinya selanjunya pelaku dibawa ke  Batam ke Polresta Barelang guna proses lebih lanjut,” jelas Kapolresta Barelang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH mengatakan, saya menghimbau khususnya para kaum hawa untuk berhati-hati dalam bermedia sosial, tidak perlu hal hal pribadi dishare kemana-mana yang akhirnya akan merugikan diri sendiri, lebih hati-hati dalam bertindak melakukan kegiatan sehari-hari. Dan jika ada iming-iming dengan sejumlah uang perlu dipertimbangkan dan hati-hati dengan adanya penipuan pemerasan seperti ini.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 45 ayat (4) Pasal 27 Ayat (4) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Jo Pasal 27 Ayat (4) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan ancaman Pidana Penjara 6 Tahun,” tutup Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *