METROBATAM.COM, BATANG HARI – Pepatah malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih seolah menjadi kenyataan pahit bagi sepasang orang tua bayi berusia tiga bulan di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Alih-alih menikmati keceriaan buah hati, sang bayi justru harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Bayi tersebut kini dirawat di RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe (HAMBA), Muara Bulian, setelah mengalami kejang diduga usai menjalani imunisasi. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi kedua orang tuanya.
Ayah kandung bayi, Vidi, tampak tak kuasa menahan air mata saat ditemui awak media metrobatam.com di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS HAMBA.
Ia mengungkapkan kesedihannya melihat kondisi sang anak yang sebelumnya dikenal ceria.
“Hancur hati sayo, Bang, nengok anak sayo sekarang. Biaso nyo ceria terus. Setelah diimunisasi, kini nangis bae nahan sakit,” ujar Vidi dengan suara bergetar.

Vidi mengaku kecewa terhadap sikap bidan berinisial AK yang melakukan imunisasi terhadap anaknya.
Menurutnya, sang istri telah menyampaikan bahwa kondisi bayi sedang kurang sehat karena batuk dan pilek. Namun, imunisasi tetap dilakukan.
“Sudah disebutkan oleh bini sayo kalau anak kurang sehat, tapi bidan tetap memaksa imunisasi. Istri sayo orang awam, nurut saja,” ungkapnya.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/2/2026). Sekitar pukul 22.00 WIB, bayi tersebut tiba-tiba mengalami kejang di rumah. Mata sang bayi disebut melotot, membuat kedua orang tuanya panik.
“Kami mau bawa ke Puskesmas Jembatan Mas, tapi dokter tidak ada. Akhirnya kami berinisiatif membawa anak ke RS HAMBA,” lanjut Vidi.
Ia berharap bidan yang bersangkutan bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari memberikan sanksi tegas atas dugaan ketidakprofesionalan dalam menangani pasien.
“Cukuplah anak saya jadi korban,” tegas Vidi, warga Desa Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung.
Sementara itu, pada pukul 23.00 WIB di hari yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari dilaporkan langsung mengunjungi korban di IGD RS HAMBA.
Hingga berita ini diterbitkan, Sabtu (7/2/2026), Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari menyatakan akan melakukan investigasi terkait laporan media dan keterangan dari orang tua korban.
(Mb/Aspin)














