AGAM, METROBATAM.COM – Baznas Agam kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana dengan merealisasikan bantuan untuk operasional dapur umum di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Bantuan ini diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi personel TNI dan masyarakat yang tengah bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan gantung permanen di Lubuk Kalikie.
Sebagaimana diketahui, bencana alam yang terjadi beberapa bulan lalu telah menghancurkan jembatan penghubung antara Nagari Malalak Selatan dan Nagari Malalak Barat di Kecamatan Malalak. Tidak hanya merusak akses transportasi utama warga, bencana tersebut juga menghancurkan lebih dari 50 hektare lahan persawahan masyarakat.
Saat ini, pembangunan jembatan gantung permanen tengah dilaksanakan oleh TNI bersama masyarakat setempat. Progres pengerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 60 persen. Untuk mendukung kelancaran pembangunan tersebut, dapur umum didirikan di Posko Jorong Siniair guna memenuhi kebutuhan konsumsi para personel TNI dan warga yang terlibat langsung dalam proses pembangunan.
Wali Nagari Malalak Selatan, Amirkoto, bersama Camat Malalak, Ulya Satar, S.STP, mewakili masyarakat Malalak Selatan khususnya dan masyarakat Malalak pada umumnya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Baznas Agam atas kepedulian dan dukungan yang terus diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Baznas Agam yang telah membantu sehingga dapur umum tetap berjalan lancar. Bantuan ini sangat berarti bagi kebutuhan TNI dan masyarakat dalam mewujudkan jembatan gantung permanen yang sudah lama diimpikan warga,” ujarnya.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Agam, H. Isman Imran, kepada staf Nagari Malalak Selatan, Adrian Eko Putra, yang mewakili Wali Nagari. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban operasional dapur umum hingga pembangunan jembatan selesai sepenuhnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Malalak, Erdinal Dt Marajo, juga menyampaikan harapannya agar Baznas Agam terus memberikan dukungan hingga pembangunan jembatan rampung.
“Kami berharap Baznas Agam masih dapat membantu kebutuhan dapur umum sampai jembatan ini selesai. Semoga sumbangsih ini menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat juga membuka peluang bagi pihak donatur lainnya yang ingin turut membantu warga Malalak Selatan yang terdampak bencana. Diharapkan, dengan kembali lancarnya akses transportasi antar nagari, aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat dapat pulih secara bertahap.
Pembangunan jembatan gantung permanen ini menjadi simbol semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana. Warga pun berharap, dengan dukungan berbagai pihak, impian memiliki akses penghubung yang aman dan permanen segera terwujud.
Insya Allah, dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, jembatan yang lama dinantikan masyarakat Malalak akan segera berdiri kokoh dan membawa harapan baru bagi kemajuan nagari.
(Basa)














