BUKITTINGGI,METROBATAM.COM – International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) yang berlangsung pada 3 hingga 7 Juni 2026 resmi berakhir dengan sukses dan meriah. Festival literasi berskala internasional tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang, ikon kebanggaan Kota Bukittinggi yang telah menjadi simbol sejarah dan budaya masyarakat Minangkabau.
Kesuksesan penyelenggaraan IMLF-4 tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan Wali Kota Ramlan Nurmatias dan Wakil Wali Kota Ibnu Asis, Kementerian Luar Negeri RI melalui Sekjen Denny Abdi, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si, Denny JA Foundation, Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, hingga berbagai lembaga, komunitas, dan relawan yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Ketua IMLF-4, Sastri Bakry, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap seluruh rangkaian kegiatan festival. Menurutnya, kehadiran delegasi dari 37 negara yang terdiri dari sastrawan, wartawan, budayawan, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum menjadikan IMLF-4 sebagai ajang pertukaran budaya dan literasi yang sangat berharga.
“Antusiasme masyarakat dan seluruh pihak luar biasa. Setiap pertunjukan dan kegiatan yang digelar selalu dipadati pengunjung. Ini menunjukkan bahwa literasi, budaya, dan pariwisata dapat berjalan beriringan serta mendapat tempat di hati masyarakat,” ujar Sastri Bakry, Senin (8/6/2026), usai melepas keberangkatan para delegasi menuju Bandara Internasional Minangkabau.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah pelaksanaan Welcome Dinner yang semula direncanakan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. Karena tingginya jumlah peserta dan tamu yang hadir, acara tersebut dipindahkan ke kawasan Taman Balai Kota Bukittinggi yang ditata secara spektakuler. Suasana pesta taman yang dipenuhi nuansa budaya Minangkabau meninggalkan kesan mendalam bagi para delegasi mancanegara maupun masyarakat yang hadir.
Sastri menjelaskan, hampir seluruh kegiatan yang awalnya dirancang untuk melibatkan 100 peserta sebagai simbol peringatan 100 Tahun Jam Gadang mengalami lonjakan jumlah peserta yang sangat signifikan. Salah satunya kegiatan penanaman pohon di kawasan Tabiang Barasok yang semula hanya menargetkan 100 bibit, namun bertambah menjadi 1.000 bibit pohon setelah mendapat dukungan langsung dari Kapolda Sumbar.
Demikian pula dengan kegiatan Peragaan Busana Perempuan Minangkabau, yang semula dirancang untuk diikuti 100 peserta. Namun animo masyarakat begitu tinggi hingga jumlah pendaftar mencapai lebih dari 1.500 orang. Karena keterbatasan teknis dan kapasitas, panitia terpaksa membatasi jumlah peserta yang dapat tampil.
Berbagai perlombaan yang digelar selama festival juga berlangsung sukses dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di antaranya lomba Musikalisasi Puisi, Kata-Kata Bijak Tokoh Sumatera Barat, Kata-Kata Klasik Minangkabau, Bertutur, Mewarnai, serta Randai yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan usia.
Selain kegiatan budaya dan seni, IMLF-4 juga menghadirkan sejumlah seminar dan diskusi ilmiah. Seminar utama, seminar pariwisata dan ekonomi kreatif, seminar sastra, serta seminar internasional guru yang berlangsung di Aula Istana Bung Hatta menjadi wadah bertukar gagasan dan pengalaman antara peserta dari dalam dan luar negeri.
Puncak kemeriahan festival terjadi pada Minggu (7/6/2026) melalui kegiatan Jam Gadang Fun Run yang diikuti lebih dari 2.000 peserta. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi. Kegiatan ini semakin memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mempromosikan Bukittinggi sebagai kota wisata dan budaya bertaraf internasional.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, panitia IMLF-4 menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah memberikan dukungan penuh sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Sastri Bakry berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut untuk kegiatan-kegiatan literasi dan kebudayaan di masa mendatang.
Sekretaris IMLF-4, Armaidi Tanjung, turut memberikan penghargaan khusus kepada Wali Kota Bukittinggi atas komitmen dan kedisiplinannya dalam mendukung setiap kegiatan. Menurutnya, kehadiran kepala daerah yang selalu datang lebih awal dan mengikuti acara hingga selesai menjadi motivasi tersendiri bagi panitia dan peserta.
Keberhasilan IMLF-4 menjadi bukti bahwa kerja keras panitia selama berbulan-bulan telah membuahkan hasil yang membanggakan. Semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, budayawan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan berhasil menghadirkan festival internasional yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi dunia literasi, budaya, pendidikan, dan pariwisata.
Kemeriahan IMLF-4 semakin lengkap dengan kehadiran 10 duta besar dan konsul jenderal negara sahabat yang turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Kehadiran para diplomat tersebut memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota yang mampu menjadi tuan rumah perhelatan internasional, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada dunia dalam momentum bersejarah 100 Tahun Jam Gadang.
(Basa)














