METROBATAM.COM, BINTAN – Momentum emas pariwisata Bintan disodorkan langsung ke meja pusat. Bupati Bintan Roby Kurniawan menantang Komisi VII DPR RI untuk mengawal kebangkitan Bintan sebagai destinasi unggulan dunia.
Di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan, Rabu (22/7), Ketua Tim Kunker Reses Komisi VII DPR RI Evita Nursanty dan rombongan disambut Bupati Roby Kurniawan bersama Wakil Bupati Deby Maryanti. Bukan sekadar kunjungan formal, forum ini jadi ajang adu data dan adu aspirasi.
Roby datang dengan angka yang sulit dibantah. Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Bintan kini mengantongi 55 hotel dan resort serta 219 daya tarik wisata. Rinciannya: 131 wisata alam, 54 kuliner, 14 religi, 10 cendera mata, 5 budaya, 3 pendidikan, dan 2 pertanian.
Hasilnya meledak. Per Mei 2026, wisman yang masuk Bintan tembus 109.090 orang atau naik 38,5 persen. Wisnus juga naik 15,17 persen menjadi 339.425 orang. Padahal hingga akhir 2025, total wisman baru 253.366 dan wisnus 744.468 orang. Di sektor ekonomi kreatif, 223 pelaku di 11 subsektor terus digenjot lewat program One Village One Destination, One Village One Event, One Village One Product, dan penguatan Pokdarwis.
“Bintan sudah punya modalnya. Yang kami butuh sekarang adalah kecepatan. Promosi yang lebih agresif, konektivitas darat-laut-udara yang mulus, dan kepastian investasi,” tegas Roby.
Bupati secara terbuka menitipkan 4 aspirasi tajam untuk dibawa ke Senayan:
1. Promosi pariwisata level nasional agar Bintan tidak hanya jualan di Kepri.
2. Aksesibilitas transportasi yang masih jadi bottleneck.
3. Optimalisasi FTZ Bintan dan karpet merah investasi.
4. Infrastruktur kawasan wisata yang butuh intervensi APBN.
Menjawab itu, Evita Nursanty menegaskan kedatangannya bukan seremoni.
“Kami datang untuk menyerap, bukan untuk mendengar saja. Semua aspirasi Bintan soal pariwisata, UMKM, ekraf dan investasi akan jadi bahan kebijakan di pusat. Sinergi harus lebih kuat, karena kesejahteraan masyarakat jadi taruhannya,” ujar Evita.
Kini bola ada di Komisi VII. Dengan tren kunjungan yang meroket hampir 40 persen, Bintan tidak lagi sekadar alternatif Batam atau Bali. Bintan sedang menuntut panggung utama.














