BATANG HARI, METROBATAM.COM – Alun-alun Lapangan Garuda Muara Bulian berubah menjadi lautan hijau. Bukan tanpa alasan, 1000 pelajar yang tergabung dalam 1000 Serenade Batang Hari SuPer TANGGUH tampil memukau dan menggetarkan upacara penurunan duplikat Bendera Merah Putih, Senin (17/08/2026) pukul 18.00 WIB.
Upacara yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh Kapolres Batang Hari, AKBP Arya Tesa Brahmana sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief, S.E., Ketua DPRD Batang Hari Rahmad Hasrofi, S.E., Sekda Mula P. Rambe, jajaran Forkopimda, Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah dan tamu undangan lainnya.
Namun sorotan utama sore itu tertuju pada paduan suara raksasa di tribun lapangan.
Di bawah naungan Bunda Zulva Fadhil, S.E., 1000 Serenade yang seluruhnya merupakan pelajar se-Kabupaten Batang Hari tampil kompak mengenakan jaket varsity hijau-krem. Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, mereka membawakan rangkaian lagu perjuangan dan lagu daerah.
Suara mereka menggema, membelah langit Muara Bulian. Bukan sekadar nyanyian, melainkan wujud cinta, penghormatan, dan janji setia untuk negeri.
Momen haru pecah saat Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief ikut berbaur dan bernyanyi bersama ribuan pelajar tersebut. Tawa, semangat dan kebanggaan terpancar dari wajah para siswi.
“Dari 1000 suara, lahir satu tekad: Terus berjuang untuk Indonesia, terus mengabdi untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur menuju Batang Hari Super tangguh,” ucapnya.
Begitulah pesan yang menggema dari Alun-alun Garuda sore itu. Bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah padam, ia hidup, tumbuh, dan diwariskan di dada generasi penerus bangsa.
Penulis: Aspin














