METROBATAM.COM, BATAM – Seorang pria pengelola rumah makan (RM) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kios tempat tinggalnya di kawasan Batu Ampar, Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Kamis (24/9/2026) siang kemarin. Korban yang diketahui bernama Basril (61 tahun) dipastikan meninggal dunia akibat sakit.
Peristiwa ini mendadak menyita perhatian warga di sekitar Simpang Melcem, persis di sebelah kiri arah PT McDermott Indonesia. Penemuan jenazah pertama kali diketahui oleh tetangga korban sekitar pukul 11.00 WIB.
Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Batu Ampar, Iptu Eko Kurniawan, S.Tr.K., S.I.K., M.M., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa, kecurigaan warga bermula saat warung makan yang dikelola korban tidak beroperasi selama beberapa hari.
“Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah saksi tetangga merasa curiga karena selama kurang lebih 3 hari rumah makan yang dikelola korban tidak buka. Selain itu, dari dalam kios tercium bau busuk menyengat,” jelas Iptu Eko saat dikonfirmasi MetroBatam, Jumat malam, (25/9/2026).
Merasa ada yang tidak beres, warga kemudian berinisiatif mengecek bagian dalam kios RM Ababil yang berlokasi di Jalan Todak, RT 29/RW 08 Nomor 38, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar tersebut.
Saat diperiksa, saksi mendapati Basril sudah dalam keadaan tidak bernyawa di atas tempat tidur di kamar dalam kiosnya.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Batu Ampar langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekira pukul 11.45 WIB.
Petugas langsung memasang garis polisi, mengamankan lokasi kejadian, meminta keterangan sejuta saksi, serta berkoordinasi untuk evakuasi jenazah.
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si., memastikan bahwa, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Iya, yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit. Korban merupakan pengelola rumah makan di lokasi tersebut,” jelas Kompol Amru melalui pesan singkat WhatsApp.
Berdasarkan data kepolisian, korban diketahui kelahiran Solok, 4 Mei 1965 silam, dan menjadikan kios rumah makan tersebut sebagai tempat tinggal sehari-hari.
Usai olah TKP awal oleh tim kepolisian dan Inafis, jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (Ilh4m)














