NATUNA, Metrobatam.com – Di tangan Bupati Cen Sui Lan, Natuna bergerak cepat dari wilayah terdepan menjadi wilayah terdepan dalam investasi. Jika selama ini Natuna dikenal dengan blok migas yang digarap Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, kini Bupati Cen membuka pintu lebih lebar untuk raksasa dunia.
Terbaru, Jepang melalui JICA dikabarkan siap membantu revitalisasi pelabuhan di Natuna. Masuknya Jepang ini melengkapi langkah agresif Pemkab Natuna di bawah komando Cen Sui Lan yang gencar menjajaki kerja sama internasional.
Bupati Cen Sui Lan menegaskan, ia tidak ingin Natuna hanya jadi penonton dan pengekspor bahan mentah. Bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad, ia mendorong kebijakan khusus hilirisasi silika.
“Natuna ini beranda NKRI, harus dapat perlakuan khusus. Potensi silikanya luar biasa, harus kita olah di sini untuk energi terbarukan, jangan lagi ekspor mentah,” menjadi komitmen yang terus didorong Bupati Cen.
Komitmen itu dibuktikan dengan langkah konkret. Saat kunjungan kerja ke Tiongkok beberapa waktu lalu, Pemkab Natuna di bawah pimpinan Cen Sui Lan menyaksikan langsung MoU antara investor raksasa kaca dunia, Kibing Group, dengan mitra nasional. Mereka sepakat untuk berkongsi membangun industri hilirisasi silika di Natuna.
Keseriusan Bupati Cen Sui Lan membangun Natuna terlihat dari diplomasi jemput bolanya. Pada Rabu (26/3/2025), bersama Gubernur Ansar, ia bertemu Duta Besar Tiongkok di Jakarta untuk mematangkan investasi di Kepri, khususnya Natuna.
Setahun berselang, ia kembali menggelar pertemuan strategis dengan Duta Besar Vietnam di Jakarta. Hasilnya, peluang besar di depan mata: pembukaan penerbangan langsung Natuna – Ho Chi Minh City.
Jalur ini dinilai sebagai rute emas. Jaraknya sangat pendek, hanya 1,5 jam penerbangan.
“Kalau dengan pesawat sekitar satu setengah jam. Kita sudah bertemu Dubes Vietnam dan sudah membahasnya. Tinggal kita komunikasikan lebih lanjut dengan Kementerian Luar Negeri,” kata Gubernur Ansar yang mendampingi Bupati Cen dalam pertemuan tersebut.
Wacana direct flight ini juga didukung penuh Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas yang mendorong rute Natuna – Singapura demi mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara yang kini mulai melirik destinasi di luar Batam-Bintan.
Dengan manuver Bupati Cen Sui Lan yang merangkul Jepang untuk pelabuhan, China untuk hilirisasi, serta Vietnam dan Singapura untuk konektivitas, Natuna kini bersiap bertransformasi dari pulau terluar menjadi hub ekonomi baru Indonesia di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.
(Bud)














