Perkuat Kerja Sama 60 Tahun: Korem 033/WP dan Singapore Army Gandeng Kodam XIX Tuanku Tambusai Atasi Karhutla hingga Sampah Plastik

Keterangan gambar: Momen pertemuan Korem 033/WP dengan Singapore Army saat kunjungan kerja ke Singapura pada 21-23 September 2026. /arsip PenRem 033 WP

METROBATAM.COM, BATAM – Hubungan kerja sama pertahanan antara TNI Angkatan Darat (AD) dan Singapore Army yang telah terjalin selama hampir enam dekade terus diperkuat. Kali ini, fokus kolaborasi diarahkan pada sektor strategis penanganan bencana alam dan penanggulangan isu lingkungan hidup.

Langkah konkret tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han., ke Singapura pada 21 hingga 23 September 2026.

Dalam agenda peninjauan tersebut, Danrem menyambangi sejumlah fasilitas militer strategis milik Singapura, di antaranya Markas 2nd People Defence Force (2PDF) di Clementi Camp, Multi-Mission Range Complex (MMRC), serta Markas Combat Service Support Command (CSSCOM).

Brigjen TNI Bambang Herqutanto menyampaikan bahwa, hasil dari kunjungan kerja ini membuka ruang kolaborasi yang sangat positif, terutama dalam mendukung berbagai program kerja di wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) XIX/Tuanku Tambusai (TT).

Bacaan Lainnya

“Kunjungan ini menghasilkan peluang penguatan kerja sama yang sangat positif dengan Singapore Army, khususnya untuk mendukung program-program di wilayah Kodam XIX/TT,” ujar Brigjen TNI Bambang.

Sebagai tindak lanjut konkret dari hasil peninjauan di Singapura, kedua pihak dijadwalkan menggelar pertemuan teknis lanjutan pada 7 hingga 9 Oktober 2026 mendatang yang bertempat di Pekanbaru, Riau. Pertemuan tersebut akan melibatkan delegasi militer Singapura dan jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Sejumlah agenda utama yang akan masuk dalam pembahasan teknis meliputi:

* Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Strategi pencegahan, penanggulangan, hingga program penghijauan dan pemulihan ekosistem pascabencana.

* Pengelolaan Lingkungan dan Teknologi: Penerapan teknologi pengelolaan air bersih serta pengolahan sampah plastik.

* Pemanfaatan Teknologi Kebencanaan: Penggunaan inovasi teknologis untuk mitigasi bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Sinergi berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan diplomasi pertahanan kedua negara tetangga, namun juga memberikan dampak langsung bagi keamanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Riau dan sekitarnya. (Ilh4m)

Pos terkait