PSSI Bukittinggi Kecewa Tak Ikut Porprov XVI Sumbar, Lebih Empat Bulan TC Terbuang Sia-sia

BUKITTINGGI,METROBATAM.COM — Kekecewaan disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi, Dolly Ivonne, Dt. Intan Sampono, menyusul tidak diikutsertakannya cabang olahraga sepak bola Kota Bukittinggi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat.

Dolly mengungkapkan, keputusan tersebut menjadi pukulan bagi jajaran PSSI Bukittinggi karena sebelumnya tim sepak bola telah melakukan berbagai persiapan menghadapi Porprov XVI Sumbar. Bahkan, proses Training Center (TC) telah berlangsung lebih dari empat bulan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.

Menurut Dolly, waktu, tenaga, serta berbagai persiapan yang telah dilakukan selama masa TC akhirnya tidak dapat dimanfaatkan dalam ajang Porprov. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi PSSI Kota Bukittinggi.

“Kami sangat kecewa karena persiapan sudah dilakukan lebih dari empat bulan. Anak-anak sudah mengikuti TC dan kami sudah mempersiapkan tim untuk menghadapi Porprov. Namun akhirnya PSSI Bukittinggi tidak ikut,” ungkap Dolly dengan nada kecewa.

Bacaan Lainnya

Ia berharap ke depan terdapat pertimbangan yang lebih matang dalam menentukan cabang olahraga yang akan diberangkatkan pada event olahraga tingkat provinsi tersebut, terutama bagi cabang olahraga yang telah melakukan persiapan jauh-jauh hari.

Dolly juga berharap KONI Kota Bukittinggi dapat memberikan perhatian terhadap cabang olahraga yang tidak mengikuti Porprov, khususnya PSSI, mengingat proses pembinaan dan persiapan atlet telah berjalan cukup panjang.

“Kami berharap ada pertimbangan yang matang dari KONI Bukittinggi terhadap cabor yang tidak ikut Porprov, khususnya PSSI. Karena kami sudah melakukan persiapan dan TC selama lebih dari empat bulan,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Persiapan yang telah dilakukan selama berbulan-bulan merupakan bagian dari proses membangun tim dan meningkatkan kemampuan para pemain muda Kota Bukittinggi.

Dolly menilai, keputusan tidak mengikutsertakan PSSI seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan proses persiapan atlet dan cabang olahraga dapat diselaraskan dengan keputusan terkait keikutsertaan dalam event resmi.

Ia menegaskan, meskipun kecewa, PSSI Kota Bukittinggi tetap berharap pembinaan sepak bola di daerah tersebut dapat terus berjalan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Kami tetap ingin pembinaan sepak bola Bukittinggi berjalan. Yang kami harapkan adalah adanya komunikasi dan pertimbangan yang lebih matang ke depannya, sehingga kerja keras atlet dan pelatih yang sudah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan tidak sia-sia,” pungkas Dolly.

PSSI Kota Bukittinggi berharap persoalan tersebut dapat menjadi evaluasi bersama antara PSSI, KONI, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya demi keberlanjutan pembinaan olahraga dan atlet di Kota Bukittinggi.

(Basa)

 

Pos terkait