5 ABK Tugboat Hendri yang Dibajak Separatis Pulang ke Indonesia

Metrobatam.com, Nunukan – Kapal tunda (tugboat) Henry bersama tongkang Christy yang sempat dibajak kelompok separatis diduga Abu Sayyaf pada 15 April lalu, diperbolehkan kembali ke Tarakan, Kalimantan Utara, oleh pemerintah Diraja Malaysia.

Komandan Patroli KSOP Tarakan, Saharuddin, mengatakan kapal tunda Henry dan tongkang Christy mengangkut lima anak buah kapal (ABK), yakni Sembara Oktafian, Leonard Bastian Hetharia, Rohaidi, Royke Fransy Montolalu, Yohanis Serang, dan satu nahkoda bernama Capt Amser A.M. Lantang, bertolak dari Lahad Datu Sabah, Malaysia, menuju perairan Indonesia pukul 11.30, Kamis 21 April.

Read More

Sementara satu ABK atas nama Lambas Simanungkalit, korban yang tertembak saat peristiwa penculikan, masih dirawat di Rumah Sakit Tawau Malaysia.

Penyerahan tugboat ini dikawal oleh Polisi Perairan Malaysia yang disambut dua KRI yang sudah siaga di perbatasan Indonesia dan kini tinggal menunggu kedatangannya di Tarakan.

“Belum diketahui pasti kapan kapal ini tiba di Tarakan. Diperkirakan perjalanannya memakan waktu dua hingga tiga hari dan diperkirakan tiba antara Jumat (22 April) pukul pukul 19.00 atau paling lambat Sabtu besok (23 April). Yang penting Sabtu itu kami bersiaga,” kata Saharuddin kepada Media Indonesia, Jumat (22/4/2016).

Operasi penjemputan ABK tugboat Henry dan tongkang Christy rencananya dilaksanakan di perairan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Operasi ini dipimpin Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmatim, Laksamana Pertama I.N.G. Ariawan.

Ia tiba di Bandara Nunukan sekitar pukul 12:10 WITA dengan menumpang pesawat milik TNI AL dengan nomor lambung P-850. Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni tampak menjemput kedatangan Danguspurla di Bandara Nunukan. Rombongan kemudian langsung menuju Pangkalan TNI AL Nunukan.

Operasi penjemputan ABK tugboat TB Henry dan tongkang Christy diperkirakan akan menggunakan KRI A. Yani yang sudah berada di Pangkalan TNI AL Nunukan sejak Rabu, 20 April lalu. Rencananya usai penyerahan para ABK tugboat Henry dan tongkang Christy oleh pemerintah Malaysia ke TNI AL di perairan Ambalat, para ABK akan langsung dibawa ke Lantamal TNI AL Tarakan untuk dipulangkan ke keluarga masing masing.

Terkait rencana operasi penjemputan ABK TB Henry, TNI AL memperketat pengamanan di wilayah Nunukan. Sejumlah petinggi TNI AL di Nunukan pun enggan dimintai keterangan terkait operasi penyerahan para ABK tersebut. Sejumlah wartawan yang berada di Nunukan dan Tarakan pun kesulitan mendapatkan informasi pemulangan ABK tersebut.

Kapal tunda Henry dan tongkang Christy dibajak kelompok bersenjata diduga jaringan Abu Sayyaf, pada 15 April, di perairanan Malaysia-Filipina. Namun, otoritas pengamanan Malaysia berhasil menghalau. Dua kapal yang di dalamnya terdapat enam ABK bisa diselamatkan dengan satu orang terluka. Sedangkan empat ABK lain dibawa kabur kelompok bersenjata menggunakan perahu cepat ke arah utara di sekitar perairan Tawi-Tawi, Filipina.

(sumber:metrotvnews.com)

Related posts