oleh

Kutub Bumi Diduga Mulai Berbalik Arah

Metrobatam.com, Paris – Sepanjang sejarah, kutub magnetik bumi telah mengalami pembalikan arah hingga ratusan kali. Ilmuwan mengamati peristiwa pembalikan tersebut mulai terjadi lagi.

Kutub magnetik bumi dihasilkan atom-atom besi di inti bumi yang bersama-sama membentuk magnet raksasa. Batang magnet raksasa di tengah bumi inilah yang menyebabkan jarum kompas selalu mengarah ke Kutub Utara dan Selatan.

Namun catatan geologi dari tanah di dasar Samudra Atlantik menunjukkan kutub magnetik bisa berbalik arah dengan penyebab yang belum diketahui. Perubahan ini mengakibatkan jarum kompas berputar 180 derajat dari posisi saat ini.

Proses pembalikan arah memakan waktu tak singkat, sekitar 1.000-10.000 tahun. Selama waktu itu pula medan magnet bumi melemah. “Bumi akan memiliki lebih dari dua kutub magnet hingga inti mengumpulkan kekuatannya,” ujar Monika Korte, direktur ilmiah dari Niemegk Geomagnetic Observatory, di Jerman.

Pelemahan medan magnet selama proses pembalikan akan mempengaruhi kehidupan di bumi. Maklum saja, medan magnet merupakan tameng pelindung bumi dari serangan partikel kosmik berbahaya yang datang dari luar angkasa. Apakah pelemahan ini mengancam keselamatan manusia?

Profesor Geofisika dari University of Rochester, John Tarduno, mengatakan, tanpa medan magnet, bumi akan dengan mudah ditembus badai matahari. Partikel kosmik yang bereaksi dengan atmosfer menciptakan lubang ozon besar yang bertahan selama 1-10 tahun. “Kasus penyakit kanker kulit akan meningkat,” ujarnya. Pelemahan medan magnet seperti ini juga dikaitkan oleh ahli geologi dari Institute of Earth Physics of Paris, Jean-Pierre Valet, dengan penyusutan populasi manusia Neanderthal di masa lalu.

Namun Korte punya pendapat berbeda dengan dua peneliti sebelumnya untuk hal ini. Menurut dia, selama proses pembalikan, atmosfer bekerja sebagai tameng cadangan dan menepis partikel berbahaya. Karena itu, tak akan ada dampak berbahaya pada tubuh manusia.

Meski demikian, ia mengingatkan, teknologi komunikasi dan jaringan listrik menjadi rentan dirusak partikel kosmik. “Penting bagi manusia menemukan strategi mitigasi,” ucapnya.

Pembalikan medan magnetik bumi terakhir kali terjadi sekitar 780 ribu tahun silam ketika manusia berada di Zaman Batu. Dalam 160 tahun terakhir, ilmuwan mengamati tumbuhnya benih pembalikan medan magnetik di sekitar Brasil dan Atlantik selatan. “Pertumbuhan berada pada tingkat yang membahayakan,” kata Tarduno.(Mb/Tempo)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed