Detik-detik Eksekusi, Istri Terpidana Mati Histeris

Metrobatam. Cilacap – Siti histeris saat menuju ke Lembaga Permasyarakatan Besi, Nusakambangan, Jawa Tengah. Istri terpidana mati Zulfiqar Ali itu meminta Presiden Joko Widodo tidak mengeksekusi suaminya.

“Tolong, Pak Jokowi. Tolong suami saya,” ucapnya sembari menangis histeris setelah keluar Kejaksaan Negeri Cilacap, Kamis, 28 Juli 2016.

Bacaan Lainnya

Selain Siti, ibu Zulfiqar beserta saudara dan sahabatnya menuju ruang isolasi secepat mungkin. Ia pun membenarkan kabar bahwa pelaksanaan eksekusi mati dipercepat malam ini. “Kabarnya begitu,” ujarnya.

Siti meminta Jokowi melihat kasus Zulfiqar dengan hati. “Tolong, beri kesempatan kepada suami saya, beri keadilan kepada suami saya, Pak Jokowi, Pak Jaksa Agung,” tutur Siti.

Zulfiqar ditangkap atas tuduhan kepemilikan 300 gram heroin pada 2004. Setahun kemudian, pria asal Pakistan itu divonis hukuman mati.

Sejak Mei lalu, ia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap karena komplikasi bronkitis, lever, ginjal, dan hepatitis. Rencananya, Zulfiqar akan dieksekusi bersama 13 terpidana mati kasus narkoba lain.

Teman dekat Zulfiqar Ali, Jamil malik, meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan kasus rekannya itu. Dia, sebagai perwakilan keluarga, optimistis Zulfiqar tidak salah.

“Itu barang (narkoba) bukan miliknya. Saya tidak mau mengatakan itu milik siapa. Yang jelas, bukan milik dia,” kata Jamil. “Dia tidak bersalah.” (mb/tempo)

Pos terkait