Culik Siswi SD untuk Bayar Utang, Kakek dan Nenek Ditangkap

Metrobatam, Padang – Dua penculik siswi SDN 03 Simpang Haru, yakni Ade Irma Suryani (53) dan suaminya Hendri, berhasil ditangkap anggota Polsek Padang Timur. Keduanya yang sudah berusia kakek dan nenek ini diketahui menculik Elsa Wiriani Wilson (9) merupakan residivis.

Kapolsek Padang Timur Kompol Febgendri mengatakan, penangkapan dilakukan pada Minggu 18 September 2016 malam. Kedua pelaku yang melakukan penculikan ini merupakan mantan tahanan.

Bacaan Lainnya

“Mereka yang ditangkap masing-masing Ade Irma Suryani, seorang residivis narkoba; dan suaminya Hendri, seorang residivis kasus pembunuhan,” kata Febgendri di Padang, Senin (19/9).

Ternyata dalam kasus penculikan ini terdapat seorang pelaku lainnya yang berada di Jakarta yaitu Hendrik. Dalam kasus ini, Hendrik bertugas menghubungi keluarga korban di Jakarta agar menyerahkan uang tebusan senilai Rp25 juta.

“Sedangkan hubungan pelaku Ade dengan Hendrik merupakan hubungan dagang. Ade memiliki utang kepada Hendrik sehingga dirinya berbuat seperti itu,” kata Febgendri.

Mendengar ada ancaman seperti itu, keluarga korban yang berada di Jakarta coba membayar tebusan yang diminta pelaku. Direncanakan transaksi akan dilakukan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Ada pihak keluarga yang dari Jakarta membawa uang Rp15 juta untuk menebus korban.

Mendengar aksi tersebut, polisi membentuk dua tim untuk mengejar pelaku setelah nomor telefonnya bisa dilacak, satu tim berangkat ke Bandara Internasional Minangkabau dan tim lainnya berangkat ke Kota Pariaman.

Akhirnya pada Minggu sekira pukul 21.00 WIB, pelaku Ade Irma beserta suaminya Hendri dan korban Elsa bisa ditemukan opsnal Polsek Padang Timur di Kampung Dalam, Kota Pariaman.

“Saat kita melakukan pemeriksaan, suaminya ini tidak mengetahui aksi yang dilakukan Ade Irma. Meski tidak mengetahui yang dilakukan istrinya, kita tetap bawa (Hendri),” kata Febgendri.

Sementara pelaku Ade Irma mengaku tidak menculik korban. Ia mengatakan hanya membawa pergi korban. “Saya sayang sama dia, kenapa harus saya culik?” tuturnya.

Namun, Ade Irma mengakui meminta tebusan kepada keluarga korban yang berada di Jakarta karena ditekan untuk membayar utang Hendrik. “Memang saya minta Rp25 juta pak untuk membayar utang. Utang saya sama dia banyak,” katanya.

Sementara korban Elsa (9) mengungkapkan tidak mendapat perlakuan buruk selama dibawa oleh pelaku. Sebab pelaku sayang dengan dirinya, ia tidak berteriak ketika dibawa.

“Saya tidak tahu dibawa ke mana, tapi nenek itu sayang kepada saya, sehingga saya tidak berontak dan berteriak kalau saya diculik,” ucapnya.

Orangtua korban, Rini, membenarkan pelaku memiliki hubungan keluarga jauh. Orangtua suami dengan pelaku adalah sepupu. “Bahkan, pelaku sempat tinggal di rumah hingga 20 hari dan setiap hari tidur dengan Elsa,” ujarnya.

Rini tidak menduga kalau pelaku yang membawa Elsa pergi. Namun ketika ada saksi yang mengatakan ciri-ciri orang yang membawa Elsa mirip dengan pelaku, baru dirinya sadar. “Saya tidak menyangka, namun ini sudah terjadi. Silakan diproses oleh pihak kepolisian,” ucapnya.

Kanit Reskrim Polsekta Padang Timur Ipda Jaswir mengatakan, keluarga korban baru melapor kehilangan pada Minggu pagi. Mendapat laporan tersebut, ada indikasi pelaku lari ke Pekanbaru. “Namun, setelah dilacak ulang, pelaku ternyata lari ke Pariaman membawa korban,” tuturnya.

Sementara itu, polisi berhasil menggagalkan penebusan korban senilai Rp25 juta. Kini korban bisa lembali berkumpul dengan orangtuanya.

“Untuk pelaku yang saat ini ada di Jakarta tetap akan kami kejar dan dalami keterlibatannya. Pelaku akan dijerat Pasal 328 KUHP dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” ucapnya.

Penculikan ini terjadi pada Sabtu 17 September. Saat pulang sekolah pukul 12.00 WIB, korban diculik oleh Ade Irma. Sempat ada dugaan korban diculik dengan cara halus, dan sampai malam pihak keluarga melakukan pencarian di sekitar sekolah bersama paranormal(mb/okezone)

Pos terkait