Korban Aksi Koboi Oknum PNS di Polresta Medan Terkena Lima Tembakan

Metrobatam, Medan – Alamsyah (19), korban penembakan oleh seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat berada di Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Medan pada Selasa (6/9) sore, buka suara terkait penembakan yang dialaminya.

Warga sekitar lokasi Kantor Sanlantas Polresta Medan itu mengaku ditembak pelaku sebanyak lima kali di bagian tangan dan perutnya.

Bacaan Lainnya

Sebelum penembakan, korban mengaku sempat diancam oleh pelaku, yang terlebih dahulu terlibat cekcok dengan kakak korban. “Saya awalnya lagi ngobrol sama salah seorang tukang parkir di situ. Sementara dia (pelaku) dan abang saya mengobrol di depan Satlantas. Tiba-tiba saya melihat kepala abang saya dipukulnya pakai gagang pistol,”ujar Alamsyah di Mapolresta Medan.

“Dia (pelaku) lalu saya datangi. Saya menghalangi dia memukul abang saya. Maksud saya melerai. Tapi dia tiba-tiba menyuruh saya minggir dan mengancam akan menembak saya,” tambah Alamsyah.

Alamsyah mengaku ia sempat nekad menjawab ancaman pelaku, dengan maksud agar pelaku berhenti memukul sang kakak. Namun ternyata pelaku justru menembaknya. “Awalnya kubilang jangan main tembak-tembak lah pak.

Terus dia (pelaku) bilang minggir kau, kalau enggak kutembak. Lalu saya bilang tembaklah. Dia (pelaku) lalu menembak saya. Saya lari dan terus ditembaknya,” jelasnya. Alamsyah sendiri tak tahu sebab kenapa pelaku yang belakangan diketahui bernama T Sinaga itu cekcok hingga memukul kakak korban.

“Aku benar-benar enggak tahu kenapa mereka berantam (berkelahi). Aku hanya membela abangku,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum PNS bernama T Sinaga, melepaskan tembakan senjata airsoft gun miliknya di depan Kantor Satlantas Polresta Medan. Sejumlah saksi mata menyebut jika aksi koboi itu dilatarbelakangi T Sinaga yang kesal karena telah menjadi korban penipuan calo pengurusan surat izin mengemudi (SIM).(mb/okezone)

Pos terkait