KPK Sebut Sekretaris MA Nurhadi Minta Rp 3 M

Metrobatam, Jakarta – KPK menyebut Sekretaris MA Nurhadi meminta Rp 3 miliar untuk tenis hakim di Bali kepada pengusaha yang sedang berperkara. Imbal baliknya, pengusaha itu akan mendapatkan kemudahan berperkara.

Hal itu diungkapkan KPK dalam dakwaan yang dialamatkan kepada Panitera PN Jakpus Edy Nasution.

Bacaan Lainnya

“Pada bulan Agusus 2015, Wresti Kristian Hesti melaporkan kepada Eddy Sindoro dan meminta untuk membuat memo surat yang ditujukan kepada promotor yaitu Nurhadi selaku Sekretaris MA guna membantu pengurusannya,” demikian dakwa jaksa KPK terhadap Edy dalam berkas dakwaan di halaman 6 yang dikutip detikcom, Rabu (7/9).

Urusan yang dimaksud yaitu sengketa perdata soal kepemilikan tanah di Serpong. Wresti adalah pegawai di pegawai PT Artha Pratama Anugerah sedangkan Eddy merupakan pengusaha.

“Setelah itu Edy menghubungi Wresti dan menyampaikan bahwa dalam rangka pengurusan penolakan permohonan eksekusi, atas arahan Nurhadi agar disediakan uang sebesar Rp 3 miliar,” sambung jaksa.

Uang Rp 3 miliar itu rencananya akan digunakan untuk kepentingan lomba tenis hakim se-Indonesia di Bali. Wresti menyampaikan permintaan itu ke atasannya. Dalam perjalanannya, terjadi tawar menawar bantuan Rp 3 miliar itu.

“Pak, pesan sudah disampaikan informasi yang diterima yang bersangkutan jumlahnya 3. Tapi setelah saya info, yang bersangkutan coba tekan ke 2. Hasilnya seperti itu Pak,” demikian bunyi BBM Wresti ke atasannya.

“Maunya dalam bentuk negeri seberang ya, merlion,” lanjut Wresti dalam BBM itu.

Atas permintaan itu, Eddy menawar menjadi Rp 1 miliar. Tapi Edy sesuai arahan Nurhadi meminta naik menjadi Rp 2 miliar dan terjadi kesepakatan di angka Rp 1,5 miliar.

“Terhadap permintaan uang Edy Nasution, Eddy hanya menyanggupi akan memberikan uang sebesar Rp 1,5 miliar dan meminta Wresti untuk menyampaikan ke Edy Nasution,” urai jaksa. Nurhadi sendiri telah mengundurkan diri sebagai Sekretaris MA. (mb/detik)

Pos terkait