oleh

Mario Teguh Somasi Deddy Corbuzier, Ini Jawabannya

Metrobatam, Jakarta – Deddy Corbuzier akhirnya buka suara mengenai somasi yang dilayangkan pihak Mario Teguh padanya. Bapak satu anak itu mengatakan dirinya sudah melihat surat somasi tersebut.

“Saya juga nggak ngerti, dalam artian di situ tertulis bahwa saya mengundang seseorang dengan nama Kiswinar tanpa sepengetahuan bapak Mario Teguh. beberapa hal yang menurut saya blunder. Pertama yang mengundang itu bukan saya, yang mengundang itu stasiun televisi. Saya nggak tahu beliau ngerti atau tidak hal ini, harusnya beliau sih ngerti karena yang ngundang itu stasiun televisi. Ini acara yang saya pandu, yang ngundang televisi di acara saya,” kata Deddy saat ditemui usai mengisi acara ‘Hitam Putih’ di Studio PO, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (19/9) malam.

“Yang kedua tanpa sepengetahuan Mario Teguh. Setahu saya ini anaknya bukan? Saya bingung. Katanya Mas Kis sudah tua, kalau sudah tua kan harusnya nggak seizin bapaknya lagi. Tapi saya nggak tahu, haknya kan nggak ada untuk melarang orang berbicara. Jadi menurut saya ini blunder, yang parahnya lagi kan Kis yang bilang dia anaknya Mario Teguh, itu kata-kata dia, bukan kata-kata saya,” sambung Deddy.

Deddy juga mengatakan dalam surat somasi yang diterimanya, meminta untuk hak jawab dengan melakukan wawancara ulang Mario Teguh serta pihak dari Deddy untuk bertemu dengan pihak pengacara Mario Teguh.

“Ya kita nggak masalah, memang kita pengen beliau ada di acara kita. Nggak perlu surat itu pun kita pengen dan sudah mulai diundang dari minggu lalu. Tapi kata beliau nggak ada undangannya. Kemarin sudah kita hubungi pengacaranya dan pengacaranya mengatakan saya harus tanya sama pak Mario Teguh. Lah kan di somasinya diminta untuk mengundang, katanya beritanya sudah blunder ke mana-mana, yang bikin blunder siapa?,” beber Deddy.

Belum puas Deddy pun melanjutkan pembicaraannya mengenai somasi tersebut.

“Intinya dia kan minta hak jawab, nggak usah diminta kita berikan, kita sempat mau ngundang. Di somasi tersebut beliau minta kita wawancara ulang untuk hak bicara ya kita berikan. Pertanyaannya apakah pak Maruo Teguh mau hadir di acara yang saya pandu? Kalau somasi saya rasa salah alamat. Saya host kok, saya nggak punya hak untuk mengundang. Itu tugas kreatif dan talent,” papar Deddy.

Bukan hanya bicara masalah hak jawab, Deddy juga bicara mengenai perkataannya yang dianggap mengejek Mario Teguh.

“Coba cari ahli bahasa deh, kok dibilang ngejek jadi baper kan. Saya ngejeknya dimana? Ada kata-kata saya yang kasar nggak? Saya mengatakan yang sangat terhormat. Jadi nanti kalau ada hakim saya katakan hakim terhormat saya mengejek hakim? Itu kan semuanya jadi blunder. Kalau dikatakan mengejek itu kan artinya persepsi dan yang tahu ya dia saya yang ngerasa terejek,” ucap Deddy. (mb/detik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed