Pelaku Pembunuh Harimau Sumatera Profesional, Kulit Dijual Ratusan Juta Rupiah

Metrobatam, Pekanbaru – Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah II Pekanbaru, Riau mengatakan bahwa pelaku pembunuh harimau Sumatera profesional. Ini dilihat dari ciri kulit harimau yang ditemukan.

“Dari ciri-ciri bagaimana cara mereka menguliti harimau tersebut terlihat pelakunya sudah terbiasa alias profesional,” ucap Kepala Seksi BPPH Lingkungan Hidup dan Kehutan Wilayah II Pekanbaru, Edward Hutapea, Jumat (30/9).

Bacaan Lainnya

Dari penelitian awal, lanjut dia, terlihat pelaku begitu rapi memisahkan kulit dengan organ tubuh harimau seperti tulang dan daging. Pelaku menguliti harimau dari kepala sampai ekor dan membuat nilai jualnya menjadi sangat tinggi.

“Dari kasat mata tidak ditemukan cacat kulitnya. Dugaan kita harimau ini mati ditembak. Kalau dijerat akan ditemukan kerusakan kulit harimau tersebut,” ucapnya.

Edward memperkirakan dengan masih mulusnya kulit si raja hutan ini, nilai jualnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. “Nilai jualnya sangat tinggi. Nilai kita duga sekira ratusan juta karena kulitnya masih sangat bagus,” ujarnya.

Tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Propinsi Riau dan Jambi, BPPH, dan organisasi pencinta satwa WWF, menggagalkan upaya perdagangan harimau Sumatera.

Dalam kasus ini, petugas mengamankan kulit harimau dewasa berjenis kelamin jantan. Selain itu, petugas juga mengamankan dua orang pelaku yakni Ahyar (48) dan Eko (37). Mereka ditangkap di daerah Batang Gangsal Kabupaten Inhu, Riau. Namun sejauh ini, petugas belum menangkap pemburu harimau tersebut. (mb/okezone)

Pos terkait