Warga Bonai Bantah Sandera Tujuh Penyidik Kementerian LHK

Metrobatam, Rohul – Ratusan warga Bonai, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, mengadukan nasib mereka ke Plt Bupati Rohul, Sukiman. Salah satu yang diadukannya warga adalah mereka merasa disudutkan karena dituding menyandra.

Jefriman, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Desa Bonai mengaku bahwa insiden beberapa waktu lalu yang dianggap sebagai penyanderaan, karena rombongan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tidak ada silahturahmi dengan warga.

Bacaan Lainnya

“Kita tidak tau siapa mereka. Tiba-tiba menyegel lahan kami yang terbakar. Ibarat tamu, saat datang ke rumah orang ya, Assalamuailaikum gitulah,” ucap Jeriman di Kantor Bupati Rohul, Rabu (7/9).

Warga juga membantah bahwa mereka melakukan intimidasi terhadap tujuh penyidik KLH saat melakukan penyegelan lahan mereka yang terbakar.

“Saat itu jumlah kami banyak, tapi tidak ada yang melakukan intimidasi. Tidak ada kami mengambil barang petugas. Saat membuka plang segel kembali itu atas permintaan mereka sendiri,” ucap juru bicara warga.

Dia mengatakan, bahwa lahan yang terbakar di Desa Bonai dan Siarang-Arang mencapai 1.650 hektare. Lahan itu terdiri dari sawit yang berusia 6 tahun. Warga membantah bahwa lahan yang bakar adalah milik perusahaan PT APSL (Andika Permata Sawit Lestari).

“Lokasi yang tebakar adalah lahan yang kami garap turun temurun dengan pola KKPA dengan PR APSL, tapi itu bukan lahan APSL. Kami seperti sudah jatuh, tertimpa tangga lagi. Lahan sawit kami yang produktif terbakar, tapi kami yang disudutkan.Namun demikian kami juga meminta maaf jika kami salah karena menghadang anak buah ibu Menteri LHK,” turunya.

Sementara itu Plt Bupati Rohul, Sukiman mengatakan akan menbentuk tim untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi. “Kita akan membentuk tim dari Dinas Kehutanan, BPBD dan intansi terkait untuk melihat hal ini. Namun yang terpinting masyarakat harus menjaga situasi tetap kondusif dan kembalilah bekerja seperti biasa,” ucap Bupati.

Terkait dugaan penyandraan, Bupati menilai warganya sedang kalut. “Saat ini warga sedang gelisah karena lahan sawit mereka terbakar. Saya sangat mengerti dengan apa yang dirasakan warga,” ucapnya.(mb/okezone)

Pos terkait