5 Hakim Agung Cacat Syarat, KY Pertanyakan Rekomendasi MA

Metrobatam, Jakarta – Ketua Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari menegaskan lolosnya lima hakim agung yang cacat syarat karena ada salah penafsiran oleh Mahkamah Agung (MA). Kini lima hakim agung itu tengah dipertimbangkan Presiden Joko Widodo untuk dicopot.

“Dulu ada rekomendasi ke kita, rekomendasi (dari) MA. Tapi pada intinya ini salah penafsiran. Penafsiran pertama soal formalistik sesuai bunyi UU, waktu itu tidak ada UU. Saya kira di dalam pelaksanaan UU biasa saja,” ujar Aidul.

Read More

Hal itu disampaikan usai diskusi ‘Optimaliasi Wewenang KY Dalam Wujudkan Hakim Berintergeritas’, di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/10).

Aidul mengatakan terkait lolos 5 hakim agung yang cacat syarat, pihaknya tengah melakukan analisis. “Kalau tidak salah itu KY periode pertama dan kedua. Ada perkembangan penafsiran selama 20 tahun di mana paling sedikit sebagai hakim tinggi,” paparnya.

Menurutnya dalam penafsiran itu syarat itu ditafsirkan hakim tersebut memiliki pengalaman pegang palu pemeriksa perkara. Sementara dalam UU hal itu tidak ada penjelasannya.

“Karena di kita hakim tinggi one roof sistem, di mana sk hakim tinggi ditempatkan di Mahkaham Agung tapi informal mereka hakim tinggi,” pungkasnya

Syarat yang dimaksud adalah untuk menjadi hakim agung dari jalur hakim karier diatur dalam Pasal 7 UU Mahkamah Agung. Pasal 7 huruf a angka 6 itu berbunyi:

Berpengalaman paling sedikit 20 tahun menjadi hakim, termasuk paling sedikit 3 tahun menjadi hakim tinggi.

Nah, ternyata belakangan terungkap, 5 hakim agung yang masih aktif saat ini ada yang tidak memenuhi syarat UU. Dua hakim agung duduk di kursi pucuk pimpinan MA dan sisanya hakim agung yang aktif mengadili perkara.(mb/okezone)

Related posts