69% Polisi Bunuh Diri karena Masalah Keluarga dan Percintaan

Metrobatam, Jakarta – Maraknya insiden polisi bunuh diri menjadi persoalan serius bagi Korps Bhayangkara. Kapolri Jenderal Tito Karnavian beberapa waktu lalu mengatakan sepanjang 2016 ada sekira 14 kasus polisi bunuh diri.

Guna menganalisis penyebab bunuh diri tersebut, Tito memerintahkan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri untuk melakukan penelitian. Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi mengatakan, ada 14 kasus yang terdiri dari tindakan bunuh diri polisi dan polisi melakukan tindakan agresif (menyerang).

Bacaan Lainnya

“Kita sudah mendata pada 2016, kasus polisi yang melakukan tindakan bunuh diri dan tindakan agresif ada 14 kasus,” kata Arthur di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (12/10).

Arthur memerinci dari 14 kasus tersebut, 12 polisi meninggal dunia karena bunuh diri, dan dua kasus tindakan agresif. Sementara penyebab polisi bunuh diri dari 12 kasus itu didominasi masalah keluarga dan percintaan.

“Tim kami baru bisa simpulkan kasus bunuh diri tersebut. Penyebabnya masalah keluarga atau percintaan 69 persen, masalah keuangan atau ekonomi 18 persen, karena narkoba 9 persen, dan karena pekerjaan atau lingkungan kerja 9 persen,” paparnya.

Ke depannya, terang Arthur, pihaknya di Pusdokkes akan mendalami fenomena yang muncul dari 12 kasus fenomena bunuh diri dan tindakan agresif dari polisi tersebut.

“Kita akan mendalami fenomena-fenomena ini. Kita para psikiater, psikolog, dan pengemban fungsi SDM Polri, selanjutnya akan tentukan solusinya seperti apa,” tukasnya.(mb/okezone)

Pos terkait