Oknum Polisi Terlibat Narkoba, IPW: Hukum Mati Biar Jera!

Metrobatam, Jakarta – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menyebutkan angka anggota polri yang terlibat narkoba dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini disebabkan tidak transparannya proses hukum terhadap mereka.

Menurutnya, untuk menghilangkan kasus yang memalukan korps Bhayangkara ini, harus diberikkan tindakan tegas dan sangsi berat bagi oknum yang terlibat.

Read More

“Seharusnya polisi yang terlibat narkoba dihukum mati biar ada efek jera,” kata Neta di Jakarta, Minggu (8/10). Neta menambahkan, kepedulian yang tinggi dari atasan dan sikap konsisten dalam menegakkan pengawasan akan menghilangkan jajarannya dari godaan barang haram itu.

Sementara itu, lanjut Neta, jika ada alasan yang mengatakan terlibatnya anggota kepolisian akibat kesejahteraan yang belum mencukupi. Baginya, hal itu sangat tidak benar dan mengada-ada.

“Tidak, kesejahteraan tidak jaminan, sekarang ini kesejahteraan polisi sudah meningkat. Adanya kasus rekening gendut menunjukkan tingginya atau besarnya kekayaan polisi dan tidak menjadi jaminan bahwa sikap perilakunya akan berubah,” paparnya.

Oleh karena itu, Neta menuturkan, yang perlu diperbaiki adalah pola pengawasan yang ketat dan hukuman yang konsisten setelah itu baru bicara peningkatan kesejahteraan dan fasilitas kerja.

Direktur Kajian Hukum Indonesia Development Monitoring (IDM), Dewinta Pringgodani menyesalkan adanya oknum polisi yang tertangkap lantaran terjerat kasus narkoba. “Ternyata masih ada anggota yang tidak disiplin, tidak mengindahkan perintah Kapolri untuk menjadikan polisi yang profesional, modern dan terpercaya,” ujar Dewinta.

Meski demikian, dirinya mengaku optimistis Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan bertindak tegas dan memberikan hukuman yang berat. Pasalnya, oknum polisi seperti itu hanya akan mempermalukan institusi Polri.(mb/okezone)

Related posts