Saipul Jamil Minta Asistennya Berbohong Soal Dana untuk Suap Hakim

Metrobatam, Jakarta – Saipul Jamil meminta kakak dan asisten pribadinya mencairkan dana di bank selama ia diproses hukum untuk kasus pencabulan. Uang tersebut di antaranya untuk mendanai operasi penyuapan hakim.

Rekaman pembicaraan antara Saipul Jamil dan asisten pribadinya, Aminuddin, diputar dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (6/10). Dalam rekaman tersebut terungkap Saipul meminta Amin agar tak menjawab jujur bahwa Amin mendapat kuasa darinya untuk mencairkan dana.

Bacaan Lainnya

“‘Min jangan bilang kalo uang yang diambil itu uang gue’ maksudnya apa?” tanya jaksa.

“Ini pernah dibahas, saya bilang uang ini kan sifatnya privasi,” jawab Saipul.

“‘Lo bilang aja enggak dapat kuasa apa-apa’. Maksudnya apa? ‘anggap aja uang Samsul (kakak Saipul) cash’,” cecar jaksa lagi.

“Cuma ngomong saja enggak ada maksud apa-apa,” jawab Saipul.

Saipul mengakui memberikan surat kuasa kepada kakaknya untuk mencairkan dana. Namun ia mengatakan tak tahu apa-apa soal apakah uang itu kemudian dipakai untuk pengaturan hakim atau hal lainnya. Ia hanya meminta dicairkan uang untuk keperluan selama penyidikan.

“Saya hanya memberikan surat kuasa saja, untuk keperluan saya selama di tahanan. Nominalnya tidak ada,” ujar Saipul.

Sebelumnya, Saipul diketahui memberikan surat kuasa pencairan kepada Samsul dan Aminuddin. Dalam surat tersebut tak tertera berapa nominal yang akan dicairkan namun sudah ada tanda tangan Saipul.

Kakak Saipul Jamil kini berstatus terdakwa dugaan suap terhadap pengurusan perkara Saipul di PN Jakut. Ia didakwa menyuap Rp 250 juta dan Rp 50 juta untuk pengaturan majelis hakim dan besaran vonis. Uang diberikan Samsul melalui pengacara Saipul, Berthanatalia.

Di kasus itu, awalnya Saipul dihukum 3 tahun penjara dan belakangan diperberat menjadi 5 tahun.(mb/detik)

Pos terkait