Takut Dimarahi karena HP Hilang, Gadis ABG Nekat Gantung Diri

Metrobatam, Kampar – Kisah tragis dialami seorang gadis belia di Kabupaten Kampar, Riau. Hanya gara-gara takut dimarahi orangtuanya, Esti Nalina (14) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Alasan anak baru gede (ABG) itu mengakhiri hidupnya dikarenakan dia takut dimarahi orangtua gara-gara tanpa sengaja menghilangkan handphone (HP). “Korban mengakhiri hidupnya karena ketakutan dimarahi orangtua. Di mana saat itu korban tanpa sengeja menjatuhkan handphone ayahnya dalam air dan tidak ditemukan,” ujar Paur Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra kepada Okezone, Jumat (14/10).

Bacaan Lainnya

Peristiwa menyedihkan itu bermula saat korban bersama adiknya Dani (2) dan sepupu korban, Lilis (14) memancing di depan mereka di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kampar pada pukul 9.30 WIB.

Orangtua korban Iwan dan Nurhayani sendiri saat bekerja di perkebunan kelapa sait PT CIS yang tidak jauh dari rumah mereja. Saat sedang memancing itulah, tanpa sengaja adik korban, Dani yang masih balita itu memegang HP dan menjatuhkan ke parit. HP yang dibuang itu merupakan HP ayahnya.

Begitu mengetahui HP orangtuanya dilempar ke parit, disitulah Esti merasa ketakutan. Dia berusaha mencari, namun tidak ditemukan. “Dalam keadaan ketakutan, dia berpesan kepada sepupunya Lilis agar tidak memberitakan jatuhnya HP kepada orangtuanya,” katanya.

Setelah peristiwa itu, Esti berlari ke rumahnya yang lokasi tidak jauh dari parit tempat memancing. Sementara adiknya, Lilis dan Dani di tepi parit. Namun, setelah lama ditunggu tak muncul, Lilis pulang menyusul sambil menggendong Dani.

Sampai di rumah Lilis terkejut karena mendapatkan sepupunya, Esti tergantung dalam rumahnya. Dia pun langsung memberitahukan hal itu kepada orangtua korban. Setelah itu orangtua korban dan menurunkan jasad anaknya yang tergantung di langit langit rumah.

“Dari hasil pemeriksaan kita, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban gantung diri dengan menggunakan jilbabnya,” tukasnya.

Sementara jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kampar mengaku sedang mendalami motif gantung diri remaja putri berusia 14 tahun itu yang alasannya karena perkara sederhana yakni handphone miliknya terjatuh dalam selokan.

“Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan atas motif korban gantung diri itu, selain juga tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Kapolres Kampar, AKBP Edy Sumardi di Pekanbaru, Sabtu (15/10).(mb/okezone)

Pos terkait