Dua Petani Tewas Tersambar Petir saat Menanam Padi

Metrobatam, Medan – Cuaca buruk yang terjadi pada beberapa minggu belakangan membuat dua petani tewas. Korban tersambar petir saat sedang berteduh dari hujan pada Senin kemarin.

Kejadian bermula saat kelima orang petani yakni, Juminem (58) Asya (51), Idah Seh (50), Rohima (50) dan Ponidi (64), sedang menanam padi di sawah Desa Tanah Tinggi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Read More

Tiba-tiba hujan deras turun, mereka lalu berteduh di dalam gubuk milik Ponidi yang ada di tengah sawah. Namun Tiba-tiba angin kencang dan petir menyambar gubuk itu. Seketika itu kelima petani nahas tersebut terpental.

Akibat peristiwa itu, dua di antaranya tewas mengenaskan, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar serius. Juminem dan Asya, tewas di lokasi kejadian. Selain luka bakar, kepala keduanya robek, darah mengalir dari telinga.

Ponidi mengatakan saat itu mereka dua kali tersambar petir. Kemudian dia dan rekannya tak sadarkan diri.

“Saya pingsan setelah tersambar petir. Asya dan Juminem tidak bergerak setelah kami sadar, sementara Idah dan Rohima masih bergerak sambil mengerang kesakitan,” ucap Ponidi, Selasa (28/11).

Ponidi mengaku, ia bangkit dan berjalan ke pemukiman warga untuk meminta pertolongan. Tak lama kemudian, warga menolong mereka dan membawa ke rumah sakit.

Sementara Kepala Desa Tanah Tinggi Wahyudi menjelaskan, kedua korban tewas merupakan warganya. “Mereka tewas disambar petir didalam gubuk yang berada di tengah sawah. Korban yang luka telah dibawa ke RS Laksmi,” terang Wahyudi. (mb/okezone)

Related posts