Menkominfo: Tabayyun Dulu 3 Kali Sebelum Posting di Medsos

Metrobatam, Jakarta – Revisi UU ITE tidak seharusnya menjadi momok menakutkan jika pengguna media sosial lebih bijak. Menkominfo Rudiantara pun menyatakan pihaknya akan lebih menggencarkan edukasi pada netizen dalam memanfaatkan internet dengan baik.

“Kita akan melakukan sosialisasi literasi (dunia maya-red). Kalau biasanya pendekatan dengan blokir, sekarang bagaimana melakukan sosialisasi,” sebut menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut, Senin (28/11).

Read More

Hal itu terkait pada penguatan peran pemerintah dalam memberikan perlindungan dari segala jenis gangguan akibat penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronik dengan menyisipkan kewenangan tambahan di Pasal 40. Yaitu, pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan Informasi Elektronik yang memiliki muatan yang dilarang.

“Jadi fokusnya tidak hanya menyembuhkan orang sakit, tapi bagaimana mencegahnya dengan makan makanan sehat. Hal itu harus digencarkan. Termasuk semua media online, bisa kita bekerja sama untuk sosialisasi bagaimana memanfaatkan konten,” sebut Chief RA.

Menyikapi banyaknya berita hoax atau palsu yang sekarang bertebaran di dunia maya, terutama media sosial, Menkominfo pun memberikan saran agar netizen sangat berhati-hati. Terlebih dalam situasi sekarang yang cukup panas.

“Jadi dalam konteks yang sekarang, harus mempunyai keberanian memilah dan memilih dengan cara nomor satu tabayyun, nomor dua tabayyun, nomor tiga lakukan tabayyun,” kata dia.

Tabayyun yang dimaksud menteri adalah cek dan ricek alias memastikan ulang bahwa konten yang akan disebarkan adalah kebenaran.

“Jadi informasi yang kita terima dan mau kita berikan orang lain harus benar dan memberi manfaat. Ya itu tadi, satu harus tabayyun, dua tabayyun, tiga tabayyun. Apalagi dalam kondisi seperti ini. Harus memilah dan memilih, meneruskan dan mengirim konten yang sifatnya bermanfaat,” pungkas dia.(mb/deik)

Related posts