Merasa Dituduh sebagai Dalang Demo 4 November, Anggota DPR: SBY Lebay

KETERANGAN PERS SBY

Metrobatam, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta tak perlu merasa dituduh sebagai pihak yang menggerakkan aksi demonstrasi pada Jumat 4 November nanti. Pernyataan SBY yang seolah dituduh sebagai dalang aksi demonstrasi itu pun dianggap berlebihan.

“Kenapa meski SBY merasa tersinggung, saya pikir terlalu berlebihan (lebay),” kata‎ Anggota Komisi III DPR Wenny Warouw‎ saat dihubungi wartawan, Kamis (3/10).

Read More

Menurut Wenny, harus ada bukti bahwa SBY telah dituduh sebagai dalang aksi demonstrasi 4 November itu. Dirinya pun menilai,‎ SBY tidak perlu melontarkan pernyataan seolah telah dituduh sebagai dalang aksi demonstrasi itu.

“Itu agak berlebihan, coba saja tanya orang intel mereka pasti protes dengan hal seperti itu,” tutur politikus Partai Gerindra ini.

Maka itu, pernyataan SBY di Kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat kemarin pun dikritiknya.

“Kalau beliau (SBY) merasa dituduh harus ada fakta dan bukti, jangan hanya berdasarkan media sosial, media elektronik, terus merasa ikut bertanggung jawab, terlalu berlebihan,” papar mantan Direktur Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Kriminal Polri ini.

Dirinya pun‎ menilai, intelijen selama ini sudah bekerja terkait aksi demonstrasi 4 November nanti.

“Enggak usah dengar dari siapa-siapa, mereka sudah punya tugas pimpinan sendiri, apalagi saya pernah tugas di intel ini saya paham benar, jauh sebelumnya mereka diminta pimpinan sudah memberikan bahan keterangan ide-ide yang harus diambil, enggak perlu disuruh orang,” pungkasnya.

‘Lebaran Kuda’
Di tempat terpisah Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana berpendapat, ucapan SBY tentang ‘lebaran kuda’ tak lepas dari kekhawatirannya tentang kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak akan diproses oleh penegak hukum.

Dadang lantas meminta SBY tak perlu khawatir. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta aparat penegak hukum untuk terus memproses hukum gubernur DKI nonaktif itu.

“Kan hal ini sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi, bahwa presiden memerintahkan Polri untuk melanjutkan proses hukum dugaan penistaan agama. Enggak ada masalah. Jadi tanpa saran dari Pak SBY pun, Jokowi sudah perintahkan,” ujarnya.

Jokowi juga, kata Dadang, sudah meminta para pengunjuk rasa untuk sabar dan tak memaksakan kehendaknya karena proses penegakan hukum tak boleh didasari tekanan dan intervensi. “Proses hukum tidak boleh dalam tekanan siapa pun, apakah tekanan unjuk rasa atau intervensi dari siapa pun,” kata Dadang.

Diketahui, ‘lebaran kuda’ jadi trending topic di media sosial setelah dilontarkan oleh SBY dalam konferensi persnya. Dalam pernyataannya, SBY mengatakan bahwa unjuk rasa akan terus terjadi jika tuntutan mereka tak pernah didengar.

“Barangkali diprotes karena tuntutan enggak didengar, diabaikan (maka) sampai lebaran kuda pun masih ada unjuk rasa,” kata SBY dalam konferensi pers di kediamannya di Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu 2 November 2016.(mb/okezone)

Related posts