Presiden Jokowi Belum Terima Permohonan Grasi Antasari Azhar

Metrobatam, Makassar – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan belum menerima laporan permohonan grasi mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar.

“Belum saya terima, jadi saya belum komentar,” ujarnya saat menjawab pertanyaan jurnalis setelah meresmikan Pelabuhan Untia di Kota Makassar, Sabtu (26/11).

Read More

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa hari ini diundang menghadiri syukuran yang digelar Antasari Azhar. “Sebetulnya hari ini saya juga diundang oleh Pak Antasari, tapi ya karena kita ada acara di sini yang sudah dijadwalkan, saya minta maaf karena enggak bisa datang,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pengacara Antasari Azhar yakni Boyamin Saiman mendatangi Kantor Kementerian Sekretariat Negara pada Kamis 24 November 2016.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah memastikan bahwa grasi Pak Antasari sudah diterima pada 20 Oktober. Kalau kita hitung berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 itu argometernya tiga bulan. Artinya kalau ini diterima 20 Oktober, berarti Januari dan biasanya tidak sampai tiga bulan,” ujar Boyamin saat itu.

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) disela-sela acara syukuran Antasari Azhar mengungkapkan, kasus yang dialami eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu bisa dijadikan pelajaran oleh semua pihak. “Kita bisa mengambil banyak pelajaran dari kasus ini, dan saya yakin yang benar akan tetap benar,” jelasnya.

Menurut JK, dirinya datang ke acara syukuran Antasari sebagai seorang sahabat, bukan sebagai seorang Wakil Presiden. “Saya datang ke acara ini sebagai seorang sahabat, saudara, bukan sebagai Wakil Presiden. Dan untuk kasus Antasari, saya tegaskan bahwa kebenaran akan menang nantinya,” jelasnya.

Tak Ada Masalah dengan SBY
Dalam acara syukuran kebebasan dirinya darinya dari bui, Antasari mengundang banyak tokoh, misalnya mantan Jaksa Agung Basrief Arief dan mantan Wakil Jaksa Agung Darmono. Ada pula Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hingga Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Presiden Jokowi juga diundang namun tak bisa datang. Muncul pertanyaan kenapa Antasari tak mengundang Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono?

“Kenapa itu ditanyakan? Saya enggak ada masalah dengan beliau,” kata Antasari di arena syukuran, Hotel Grand Zuri, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (26/11/2016).

Dia tak ingin ada pertanyaan-pertanyaan soal kenapa tokoh tertentu diundang sementara tokoh lain tidak diundang. Antasari hanya ingin suasana syukuran ini bisa membawa kesejukan. “Momentum ini saya tidak ingin ada hal-hal yang menambah panas situasi. Justru saya ingin sejuk ingin damai,” kata Antasari.

Bahkan Antasari juga mengundang adik korban pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen yakni Andi Syamsuddin Iskandar, meski Andi tak datang. Sosok caddy golf yang ada di pusaran kasus Antasari dulu, Rani Juliani, tak ada juga. Apakah Rani atau keluarga Rani diundang? Antasari tak antusias menjawabnya.

“Anda jawab sendiri deh. Males saya (menjawabnya). Ini kan saya lagi syukuran,” kata Antasari.

Acara ini, papar Antasari, bermakna dua hal. Pertama, dia ingin bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa telah mampu melewati masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan. Kedua, dia ingin berdoa supaya diberi keselamatan untuk seterusnya.

Antasari sudah bebas bersyarat sejak 10 November lalu. Dia sudah menjalani tujuh tahun enam bulan di lembaga pemasyarakatan, hasil remisi dari 18 tahun hukuman kurungan.(mb/detik)

Related posts