Setahun Perkosa Anak Tiri, Ayah Paksa Korban Minum Pil KB

Metrobatam, Pontianak – Lorianus alias Lori (50), seorang ayah tiri di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tega memperkosa anak tirinya berinisial Yo.

Tak hanya sekali, persetubuhan dengan pemaksaan yang tidak diketahui ibu korban itu berlangsung selama setahun. Korban yang masih berusia 15 tahun ini juga dipaksa minum pil KB agar tidak hamil. Kini, kasus pemerkosaan tersebut sudah ditangani kepolisian.

Read More

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Putra Pratama menjelaskan, kasus ini terungkap setelah korban kabur dari rumah dan melaporkan kejadian yang dialami kepada salah seorang ibu Bhayangkari pada 25 November 2016.

“Kemudian, laporan itu diteruskan kepada anggota Polsek Nanga Tayap via telepon,” kata Putra kepada Okezone saat dihubungi, Selasa (29/11).

Selanjutnya, kata Putra, anggota Polsek Nanga Tayap mendatangi korban dan melakukan interogasi. Korban dan tersangka tinggal satu rumah bersama ibunya yang tak lain istri Lori, berinisial Ah.

“Kemudian tersangka langsung diamankan dari kediamannya, untuk diperiksa lebih lanjut,” terang Putra.

Selain itu, kepolisian juga menyita barang bukti terkait tindak pidana kejahatan dan perkara awal. Di antaranya, sepucuk senjata api jenis lantak laras panjang, sebilah parang panjang, sebatang kayu bakar, kelambu plastik kusam, sehelai celana dalam korban dan sekeping pil KB yang sudah diminum lima butir.

Kepada penyidik, dijelaskan Putra, Lori mengaku memperkosa karena nafsunya tak terbendung ketika melihat korban yang hanya mengenyam bangku SD itu. Pemerkosaan selama setahun itu tanpa diketahui Ah. Lori pun dikabarkan mengancam Yo jika melaporkan kejadian yang menimpanya.

Persetubuhan terakhir yang dilakukan Lori, pada Rabu, 23 November 2016, sekitar pukul 21.00 WIB. “Tersangka mengakui pemerkosaan terhadap anak tirinya sudah berlangsung selama sekitar satu tahun. Tersangka juga memaksa korban untuk meminum Pil KB agar tidak hamil,” jelasnya.

Hingga saat ini Lo masih diperiksa di Mapolres Ketapang. Ia dijerat dengan Pasal Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(metrobatam/okezone)

Related posts