Tak Mampu Bayar Mahar Rp100 Juta, Ardi Dipolisikan Calon Mertua

Metrobatam, Pali – Niat Ardi (22) untuk menikahi pujaan hatinya IP (19) berujung ke penjara. Warga Jalan Pendopo Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Pematang Ilir (Pali) ini dipolisikan oleh calon mertuanya, setelah tidak sanggup memenuhi mahar Rp 100 juta yang disyaratkan.

“Saya tidak punya uang sebanyak itu, akhirnya calon mertua saya melaporkan saya ke polisi dengan tuduhan memperkosa anaknya,” ujar pelaku saat digelandang ke Mapolresta Palembang, Kamis (17/12).

Read More

Menurut pengakuan pelaku, dia telah menjalin asmara dengan korban sejak duduk di bangku SMA. Namun orang tua korban tidak merestui hubangan mereka, lantaran pelaku dari keluarga kurang berada dan belum punya pekerjaan.

Takut hubungan itu kandas, pelaku melakukan nekat mengajak korban bersetubuh. Dengan begitu, mau tidak mau keluarga pacarnya akan minta tanggung jawab agar anaknya dinikahi. “Seingat saya sudah empat kali kami ‘begituan’ tapi saya tidak pernah maksa. Semua kami lakukan karena kami saling cinta,” jelasnya.

Sesuai dengan harapan pelaku, orang tua korban yang mengetahui anaknya telah dinodai meminta pelaku bertanggung jawab untuk menikahi putrinya. “Tapi syaratnya, harus membayar uang Rp100 juta, jika tidak sanggup saya dilaporkan ke polisi,” jelasnya.

Setelah berusaha mencari uang tersebut, namun tamatan SMK pelayaran ini tidak mampu memenuhi keinginan mertuanya itu. “Orang tua saya juga tidak bisa membantu, hanya petani biasa,” katanya.

Alhasil, ia menerima keputusan orang tua korban yang menolak menikahkan mereka.”Tapi saya tida bisa terima kalau dibilang memperkosa. Kami sudah sama-sama dewasa dan itu dilakukan suka sama suka,” tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan pelaku diamankan petugas atas laporan keluarga korban dengan tuduhan melakukan pencabulan dan pemerkosaan. “Kasus ini masih diselidiki, petugas telah memeriksa sejumlah saksi,” katanya. (mb/okezone)

Related posts