TNI AL Gagalkan Pencurian 20 Ton Kabel Bawah Laut di Peraian Pulau Bintan

Metrobatam, Tanjungpinang – Pihak TNI AL Western Fleet Quick Response (WFQR) Satkamla Lantamal IV menggagalkan upaya pencurian kabel bawah laut di wilayah perairan Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Para pelaku kabur ke hutan bakau dan masih kita buru,” kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Laksma TNI S Irawan, di Tanjungpinang, Kepri, Senin (21/11).

Read More

Penyergapan pencurian kabel bawah laut ini diketahui ketika malam hari petugas mendapat informasi akan ada pencurian di Bintan. Berbekal informasi yang didapat, Tim WFQR bergerak menyusuri sungai menggunakan Patkamla Rempang dan melaksanakan penyekatan masuk Sungai Sei Telop Batu 23 di belakang Gardu Induk PLTU.

Selanjutnya sekira Pukul 02.40 WIB, Tim WFQR IV menggunakan Searider dan Speed Boat Pos Angkatan Laut Kijang saat di depan muara Sei Telop menyisir sungai sejauh 1,5 nautical mile dari mulut muara.

Sedangkan Tim WFQR yang lain bergerak terus mengintai dari kegelapan. “Di lokasi berhasil ditemukan barang bukti kabel laut yang sudah berupa besi dan tembaga yang sudah dikupas ditaksir kurang lebih 20 ton. Di tempat tersebut juga ditemukan satu sepeda motor dan dua golok milik pelaku yang tertinggal. Namun, pelaku kabur,” kata Irawan.

Ia melanjutkan, pencurian kabel bawah laut oleh sindikat ini sangat terorganisasi dan melibatkan beberapa kelompok. Tentu aksi pencurian tersebut sangat merugikan negara.

“(Sebanyak) 20 ton kabel bawah laut itu milik negara, namun belum diketahui dari instasi mana. Kabel ini yang berhasil disita memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena mempunyai kandungan tembaga dan besi,” tandasnya.(mb/okezone)

Related posts