Usai Cokok Oknum Jaksa, Tim Saber Pungli Disarankan Tingkatkan Pengejaran

Metrobatam, Jakarta – Seorang jaksa bernama Ahmad Fauzi terkena operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli. Dia ditetapkan sebagai tersangka. Ahmad merupakan jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Jatim) yang diduga menerima uang dari pihak berperkara.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Miko Ginting, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli dalam memberantas pungli yang masuk dalam kategori korupsi.

Read More

Miko juga mengkritik lembaga Kejaksaan Agung yang dinilai tidak optimal dalam melakukan fungsi pengawasan secara internal. Disiplin dan perilaku Kejagung juga menjadi sorotan Miko.

“Soal pengawasan, perilaku dan disiplin, saya lihat kurang optimal di Kejaksaan Agung. Seharusnya untuk pengawasan, harus lebih dari sekadar pengawasan internal. Bila ada yang menyalahgunakan wewenang harus diproses secara hukum, supaya ada efek jera,” kata Miko saat dihubungi, Kamis (24/11) malam.

Tim Saber Pungli, lanjut Miko, harus memperbesar pengawasan mereka terhadap indikasi pungli. Miko menginginkan Tim Saber Pungli tidak hanya mengicar oknum-oknum di lembaga saja, tapi juga lembaga itu sendiri. Dirinya menganalogikan pungli layaknya kebakaran.

“Saya berharap Tim Saber Pungli jangan hanya mengejar individu-individu saja. Tapi lebih dari itu, mengejar kewanangan dan kelembagaan, butuh lebih dari Tim Saber Pungli. Agar kejadian ini tidak terluang dan juga membangun lembaga yang berintegritas,” ujar Miko.

“Kalau hanya individu-individu saja, itu jadi seperti pemadam kebakaran yang memadamkan luarnya saja tapi tidak ke sumber api. Titik fokusnya ada pada kewenangan. Bila mau menghapus pungli, jangan hanya ke individu saja tapi juga ke lembaga. Harus diperkuat,” imbuhnya.

Tim Saber Pungli, pada Rabu (23/11) melakuka OTT pada Jaksa Ahmad yang merupakan anggota tim penyidik kasus penjualan tanah kas desa di Desa Kalimook, Sumenep, Jawa Timur. Dia diduga menerima uang dari pengusaha berinisial AM sebagai salah satu pembeli tanah kas Desa Sumenep.

Dalam OTT itu, tim Saber Pungli menemukan barang bukti uang senilai Rp 1,5 miliar dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu di tempat kos Ahmad.(mb/okezone)

Related posts